Bekasi

Normalisasi Kali Mandek

Pemprov Turun Tangan Atasi Banjir Perumahan Bumi Nasio

RADARBEKASI.ID, JATIASIH –Pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya turun tangan menyelesaikan masalah banjir yang kerap dialami warga perumahan Bumi Nasio Indah Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi. Sementara itu pembebasan sisa lahan pelebaran kali di area tersebut ditarget selesai tahun 2022 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Awal pekan kemarin, perumahan Bumi Nasio Indah kembali diterjang banjir, jebolnya tanggul sepanjang 20 meter memperparah situasi, ketinggian air mencapai 1,5 meter di lingkungan pemukiman warga perumahan.

 

Salah satu area perumahan di Kota Bekasi ini memang menjadi langganan banjir setiap musim penghujan, banjir parah terjadi sejak awal tahun 2020 silam. Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyebut hampir dua tahun rekomendasi penanganan banjir di aliran Kali Cakung, tepatnya di sekitar perumahan Bumi Nasio Indah namun tidak berjalan. Dia meminta rekomendasi penanganan banjir berupa pengerukan kali atau normalisasi hingga peninggian tanggul.

 

Ia kembali mendatangi lokasi tersebut kemarin, pasca banjir dan jebolnya tanggul di dalam area perumahan. Setelah meninjau beberapa titik, ia menyebut belum melihat progres rekomendasi Februari 2020 lalu.”Beberapa rekomendasi waktu dulu saya datang pertama kesini memang diakui belum ada progres,” katanya, Kamis (4/11).

 

Kedatangannya ditemani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat dan Kota Bekasi, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), hingga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi. Diputuskan dalam waktu singkat akan dilakukan adalah menjebol tanggul yang berada di tikungan, sehingga badan kali lebih luas.

 

Ia menyebut ada satu bidang tanah yang belum dibebaskan oleh Pemkot Bekasi, tanah seluas 93 meter persegi, bangunan rumah masih berdiri diatasnya. Pekerjaan penanggulangan banjir di wilayah tersebut diminta segera dilaksanakan mulai kemarin.”Penjebolan sekarang, sekarang sudah datang alat berat tinggal eksekusi, kemudian nanti ada tahapan-tahapan selanjutnya sesuai dengan aturan yang ada,” tambahnya.

 

Penanganan jangka panjang lainnya adalah membangun embung atau tempat penampungan air sementara di wilayah hulu kali. Ia berencana mendatangi perusahaan swasta pemilik lahan yang akan digunakan sebagai lokasi embung bersama dengan Pemkot Bekasi dan BBWSCC.

 

Termasuk akan dilakukan pembangunan tanggul permanen di area perumahan, yang saat ini ditangani sementara menggunakan kantong berisi pasir. Ia meminta kepala daerah di Jawa Barat untuk bekerjasama dengan relawan yang terlatih dalam penanganan bencana, serta tetap menganggarkan Biaya Tak Terduga (BTT) di dalam anggaran keuangan daerah.”Kita menganggarkan Rp500 miliar, nanti mungkin akan ditambah saat penyusunan APBD murni dan lainnya,” tukasnya.

 

Pemerintah Kota Bekasi sejauh ini berkoordinasi dengan BBWSCC dalam penanganan banjir, termasuk di daerah aliran Kali Cakung. Lebar badan kali dinilai tidak cukup menampung air terutama pada saat musim penghujan.

 

Maka, diperlukan pelebaran kali sampai dengan 10 meter, serta penyediaan embung di hulu kali dalam penanganan banjir.”Dibutuhkan lebar kali yang ideal ya sesuai perhitungan Q50. Jadi sekarang (lebar) sungai ini bervariasi, ada yang 6 meter, jadi idealnya rata-rata 10 meter Kali Cakung,” terang Sekertaris DBMSDA Kota Bekasi, Zainal Abidin.

 

Di Sepanjang aliran kali ini, hanya Perumahan Bumi Nasio Indah yang akrab dengan bencana banjir. Tercatat panjang aliran Kali Cakung saat ini 29 kilometer.

 

Sejumlah kendala dipastikan muncul jika opsi pelebaran kali dipilih, salah satunya adalah mahalnya pembebasan lahan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Langkah terdekat yang dilakukan saat ini adalah membangun tanggul sementara di lokasi tanggul yang jebol, serta melakukan normalisasi.

 

Alat berat yang kemarin telah bergerak mendekati sungai tidak bisa masuk lantaran sulitnya akses jalan.

“Ini di cek dulu, alat beratnya nggak bisa masuk, tidak memungkinkan akses alat masuk,” tambahnya.

 

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi juga pernah menyusuri sepanjang Kali Cakung, awal tahun kemarin. Hasilnya, ditemukan penyempitan aliran kali dan hilangnya daerah resapan air, hal ini disebabkan akibat sisi pengawasan yang lemah.

 

Dibutuhkan lahan seluas 751 meter persegi untuk menangani banjir di sekitar Perumahan Bumi Nasio Indah. Dibutuhkan sisa uang sekira Rp1,6 miliar untuk membebaskan satu bidang lahan lagi yang tersisa.

 

Camat Jatiasih, Mariana menyampaikan bahwa sejauh ini penanganan banjir telah dilakukan oleh Pemkot Bekasi, dari total tiga bidang lahan yang harus dibebaskan, hanya tersisa satu bidang yang rencananya akan dibebaskan pada tahun 2022.”(Kebutuhan lahan) semuanya itu 751 meter, yang sudah dibayar oleh pemerintah Kota Bekasi itu 658 meter,” katanya.

 

Harga jual lahan telah disepakati oleh Pemkot Bekasi dengan pemilik lahan sejak awal, hanya saja satu bidang yang tersisa belum memiliki sertifikat. Sedangkan dua bidang lain sudah memiliki kelengkapan administrasi.”Karena pada saat mau dibebaskan itu sertifikatnya belum selesai,” ungkapnya. (Sur)

Related Articles

Back to top button