Metropolis

Polder belum Ideal Atasi Banjir

RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR- Sejumlah polder air yang dibangun pemerintah Kota Bekasi nampaknya belum dapat mengantisipasi banjir. Kondisi itu terjadi di Komplek Bumi Nasio Indah, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih yang terendam banjir hingga 1,5 meter Senin (1/11) lalu.

 

Selain adanya tanggul jebol, keberadaan polder air di perumahan tersebut dinilai belum efektif sebagai upaya antisipasi.

 

Efektivitas polder air juga disoal Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro. Ia mempertanyakan apakah polder tersebut menjadi daerah resapan air atau sebagai tempat penampungan air sementara jika meluapnya sungai.

 

“Nah kalau merupakan cadangan untuk tampungan air, maka sifatnya hanya menampung antara permukaan air harian sampai maksimal lubernya sekian. Sekian itulah yang bisa ditampung oleh polder. Selebihnya polder tidak akan bisa menampung, kan gitu,” kata Chairoman kepada Radar Bekasi, Kamis (4/11).

 

Pihaknya menegaskan yang dibutuhkan saat ini  mindset baru terkait dengan pembangunan sistem drainase, dan memastikan air secepatnya itu terserap ke dalam tanah. Sehingga, tidak semua air hujan itu di buang ke sungai. Perlu mendesain sumur-sumur resapan di tempat yang strategis atau lebih tinggi yang menyerap air hujan lebih cepat.

 

Ia juga menyinggung sejauh ini belum ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan polder air. Sehingga polder yang selama ini dibuat tidak terawat. Selain efektivitas polder air, ia juga menyoal pembuatan drainase terkait upaya penanganan banjir yang dinilai masih belum ideal mulai dari volume dan penempatannya.

 

“Selama ini yang ada hanya satu meter terus drainasenya. Gak bakal selesai persoalan banjir di Kota Bekasi. Kita harus menormalkan secara rasional seluruh jaringan drainase kita,” imbuhnya.

 

Terpisah, Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Zainal Abidin mengakui, jika curah hujan tinggi, polder air tidak memadai. “Kedepannya di daerah hulu kita berencana akan memperbanyak sumur resapan dan penambahan polder air. Seperti di daerah Jatisampurna, Jatiasih, Pondokgede, Pondokmelati,” katanya.

 

Pihaknya juga berencana akan melakukan pelebaran drainase di beberapa titik. Salah satunya Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Cakung.

 

“Salah satunya adalah Kali Cakung yang akan kita lebarkan. Kalau untuk anggaran tahun depan saya gak hapal ya berapa nominal untuk perencanaannya,” ucapnya.

Ditanyakan terkait anggaran pemeliharaan drainase, normalisasi kali dan lainnya ia juga mengarahkan pertanyaan itu disampaikan ke Kasi di Bidang SDA. “Saya ga hapal ya anggaran normalisasi drainase, kali, serta DAS berapa anggarannya. Silahkan langsung ke kasi pada Kabid SDA saja ya. Tapi kedepan kita harus buat banyak sumur resapan,” tukasnya. (pay)

Related Articles

Back to top button