Guru Penggerak Diminta Ceritakan Pengalamannya

FOTO BERSAMA: Guru penggerak angkatan pertama foto bersama. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Guru penggerak yang berhasil lolos program pendidikan guru penggerak angkatan pertama diminta oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk menceritakan pengalamannya kepada siswa maupun guru lain.

Di Kabupaten Bekasi, 13 guru penggerak tingkat SMA telah dinyatakan lolos. Salah satu guru penggerak SMAN 2 Cikarang Barat Nanang Garniwa mengatakan, tugasnya sebagai guru penggerak angkatan pertama saat ini masih terus berjalan.


“Setelah dinyatakan lulus untuk jalankan program guru penggerak, kami masih terus menjalankan beberapa tugas,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (11/11).

Guru penggerak angkatan pertama diarahkan untuk bisa menjadi guru yang mandiri sebagai pemimpin dalam pembelajaran. Selain itu, diminta untuk menyebarkan praktik baik kepada guru nonpenggerak.


“Kami diminta untuk menjadi guru yang mandiri, menyebarkan praktik baik kepada guru-guru lain,” jelas guru yang ditunjuk menjadi fasilitator guru penggerak tersebut.

Tak hanya itu, guru penggerak juga wajib melakukan sosialisasi tentang guru penggerak. “Kami diminta untuk memberikan sosialisasi bahwa program guru penggerak itu tidak menyeramkan. Karena masih banyak guru yang takut, mereka berpikir bahwa jika mengikuti program guru penggerak banyak tugas yang harus dijalankan,” katanya.

Hal senada dikatakan guru penggerak SMAN 6 Tambun Selatan Wahyuni. Dikatakan, setelah dinyatakan lulus dalam program angkatan pertama, banyak tugas yang harus dikerjakan dalam bentuk nyata.

“Setelah lulus kita diminta untuk memberikan bukti nyata kepada siswa dan teman-teman guru lainnya,” terangnya.

Salah satu kegiatan yang dijalani saat ini adalah sebagai narasumber dalam sebuah kegiatan. “Sebenarnya tugas kami beda-beda, ada yang diminta untuk menyusun buku panduan. Dan ada juga yang mengisi beberapa kegiatan dalam sebuah kegiatan,” tuturnya.

Pada intinya, kata dia, guru penggerak diminta untuk memberikan pengalamannya kepada guru dan juga siswa. “Kita diminta untuk menjadi guru yang mandiri, menyebarkan praktik baik,” pungkasnya. (dew)