FKUB masih Gali Informasi

SPANDUK PENOLAKAN: Warga melintas di bawah spanduk penolakan rencana pembangunan gereja di Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN– Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Kota  Bekasi belum mengetahui tebaran spanduk penolakan rencana pembangunan gereja di Kampung Kelapa Dua RW 008 Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya Kota Bekasi.

Mereka baru akan menggali informasi ke pimpinan wilayah lingkungan Kelurahan dan Kecamatan, terkait peristiwa tersebut.


Ketua FKUB Kota Bekasi, Abdul Manan mengatakan, memang pihaknya belum mengetahui secara persis penolakan warga Kampung Kelapa Dua Kelurahan Padurenan terhadap pembangunan Gereja HKBP.

“Saya belum tau ya terkait penolakan itu. Saya juga belum bisa memberikan komentar terlalu jauh. Apa masalahnya dan kenapa ada penolakan,” kata Manan sapaan akrabnya, Kamis (2/12).


Sejauh ini pihaknya mengaku akan menggali fakta dengan jelas terkait adanya peristiwa tersebut supaya tidak menimbulkan isu baru. Pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Lurah dan Camat.

“Intinya informasi ini saya akan koordinasikan dengan lurah dan camat ya. Seperti apa permasalahannya agar bisa dicari masalahnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Camat Mustikajaya, Gutus Hermawan  mengatakan, atas kejadian itu pihaknya dan tiga pilar sudah melakukan pendekatan baik kepada pihak warga yang menolak dan panitia pembangunan Gereja.

“Saya sudah dan sedang melakukan pendekatan dengan kedua belah pihak bersama tiga pilar. Kapolsek, Danramil dan Lurah,” kata Gutus kepada Radar Bekasi, Rabu (1/12).

Terkait penolakan warga, lanjut dia, dirinya belum bisa menyampaikan secara detail penolakan yang dilakukan warga. Tetapi secara jelasnya baru hanya ada spanduk penolakan saja.

“Kita sedang lakukan pendekatan dulu ya. Mudah-mudahan bisa selesai dan kondusif wilayah kita,” ucapnya. (pay)