MERAWAT KARYA AGAR TETAP BERSUARA

MAINKAN LAGU: Piringan hitam atau vinyl diputar di toko kecanduan jajan Perumahan Lambangsari Permai Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Minggu (5/12). ARIESANT/RADAR BEKASI

Perkembangan musik pada era digital tidak membuat perangkat musik piringan hitam atau vinyl dan kaset pita tenggelam. Seperti kolektor dan penjual alat musik analog seperti vinyl dan kaset pita Driyan Binardy Dwi Putra.

Dia bersikukuh jika perangkat musik analog ini memiliki pasar tersendiri dibandingkan dengan musik digital berbentuk MP3 atau lainnya. Pada 2016 warga Perumahan Lambangsari Permai Tambun Selatan Kabupaten Bekasi ini mulai tertarik dengan mengoleksi kaset pita, kemudian pada 2017 mulai bermain dengan piringan hitam atau vinyl.


Didukung dengan bekerja di Paper Pot Records salahsatu toko piringan hitam di Jakarta selama 1,5 tahun. Saat ini Driyan mengoleksi 700 kaset pita, 400 piringan hitam baik lokal maupun luar negeri dan 10 walkman.

Driyan juga menjual alat musik analog koleksinya secara daring di beberapa situs jual beli dengan toko Kecandungan Jajan. Kaset pita dan piringan hitam didapatkan dengan cara hunting di pasar-pasar loak. Kini penjualannya hingga ke mancanegara seperti Prancis, Thailand, Malaysia dan Singapura. (ris)