PO Bus AKAP Siapkan Armada Tambahan

Illustrasi : Suasana Terminal Induk Kota Bekasi terlihat sepi, Senin (18/4). MG4/MAGANG RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah perusahaan otobus (PO) bus antarkota antarprovinsi (AKAP) menyiapkan armada tambahan untuk mengangkut pemudik ke kampung halamannya melalui Terminal Induk Kota Bekasi. Penambahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan pemudik yang diprediksi terjadi pada tahun ini.

Petugas PO Bus Jurusan Jogjakarta Soleh (49) menuturkan, biasanya saat musim Lebaran jumlah bus yang dioperasikan sebanyak 30 unit atau naik 100 persen dari biasanya 15 menit.


“Bus bisa sampai 30 unit lebih (saat libur Lebaran,Red), belum lagi mobil tambahannya, kalau hari normalnya biasanya di bawah 15 unit aja,” jelas Soleh, kemarin.

Berdasarkan pantauan Senin (18/4), Terminal Induk Kota Bekasi masih sepi pemudik. Hanya ada beberapa penumpang menunggu bus yang akan ditumpanginya.


Menurut Soleh, kondisi terminal yang saat ini masih sepi karena kebanyakan pemudik mengincar waktu mudik berdekatan dengan hari libur Idulfitri, sekitar 27 April keatas. “Sekitar 27 ke atas pasti udah mulai melonjak (pemudiknya,Red),” ujar Soleh.

Pada musim mudik tahun ini, pemudik diprediksi akan melonjak secara drastis. Pasalnya, banyak masyarakat selama dua tahun belakangan tidak mudik karena adanya larangan dari pemerintah akibat pandemi Covid-19.

“Sebelum ini Lebaran dua kali (terminal,Red) karena Covid-19, gak ada sama sekali (yang mudik), kalau ada pun paling kucing-kucingan,” pungkas Soleh.

Hal senada dikatakan petugas PO Bus Jurusan Garut Sapri (36). Menurutnya, lonjakan pemudik akan terjadi pada h-7 Lebaran mengingat banyak pekerja ingin mudik sudah libur.

“Kalau sekarang masih sepi, seminggu sebelum lebaran yang rame, karyawan kantor kan udah dua tahun gak mudik, jadi tahun ini pasti rame,” ujarnya.

Sesuai aturan pemerintah, masyarakat yang ingin mudik menggunakan transportasi darat harus sudah vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster. Sedangkan bagi masyarakat yang hanya vaksin Covid-19 dosis satu dan dua wajib menunjukkan hasil rapid test antigen (1×24 jam) atau swab PCR (3×24 jam).

“Kalau penumpang emang wajib booster, kalau sopir gak tahu,” ujarnya. (mg5/mg6)