“Tak Punya Kerjaan, Jangan Datang ke Bekasi”

JALAN KAKI: Warga berjalan kaki usai turun dari bus saat arus balik Lebaran, di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Senin (9/5). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, mengimbau masyarakat yang hendak ke Kabupaten Bekasi, jangan datang atau tinggal jika tidak memiliki pekerjaan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, Hudaya. Kata dia, secara aturan Administrasi Kependudukan (Adminduk), memang tidak ada aturan pelarangan bagi masyarakat yang hendak ke Kabupaten Bekasi.


Namun menurut Hudaya, supaya tidak terjadinya lonjakan pengangguran di Kabupaten Bekasi, pihaknya mengimbau bagi pendatang harus punya tujuan yang jelas akan bekerja dimana

“Kalau masalah aturan memang tidak ada larangan. Tapi setidaknya, harus ada pekerjaan,” saran Hudaya.


Ia mengakui, Kabupaten Bekasi yang memiliki kawasan industri terbesar se Asia Tenggara, menjadi salah satu daerah bagi masyarakat yang ingin mengadu nasib, untuk merubah taraf kehidupan yang lebih baik.

“Kalau masalah tenaga kerja, itu menjadi tupoksi Dinas Ketenagakerjaan. Kalau kami, hanya mengurusi Adminduk. Makanya kami bersama stakeholder, akan melakukan pendataan untuk memeriksa Adminduk bagi warga pendatang baru,” terang Hudaya.

Sementara itu, Camat Babelan, Khoirudin menyampaikan, setiap tahun pasti ada masyarakat dari luar Kabupaten Bekasi yang datang.

”Untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat, biasanya dua minggu setelah Lebaran, kami bersama pihak desa, satpol PP dan TNI Polri, serta didampingi Disdukcapil, akan melakukan operasi yustisi,” bebernya.

Lanjut Khoirudin, apabila ada pendatang yang kedapatan diperiksa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari luar Kabupaten Bekasi, dan tidak memiliki pekerjaan, maka diberikan pembinaan, atau diimbau untuk kembali ke kampung halaman.

“Kalau ditemukan saat operasi yustisi pendatang yang KTP-nya diluar Kabupaten Bekasi, dan tidak ada pekerjaan, kami suruh balik ke kampung halamannya,” ucap Khoirudin dengan nada bercanda. (and)