Fasilitasi Pelatihan Pencari Kerja

ILUSTRASI:Pencaker mengisi biodata untuk membuat kartu kuning di Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi, belum lama ini. Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Ketenagakerjaan akan memberikan pelatihan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bekasi, Ika Indah Yarti mengatakan di tengah kemungkinan masifnya kehadiran warga pendatang baru ke Kota Bekasi pasca Idulfitri, lapangan pekerjaan juga menjadi fokus utama menyusul masih banyaknya angka pengangguran di tengah badai Covid-19.

Pihaknya berencana untuk mengurangi angka pengangguran dengan memberikan pelatihan baik bagi pengangguran yang sudah lama maupun pendatang baru yang akan mencari pekerjaan di Kota Bekasi.


“Sementara ini dari Disnaker itu lebih kepada memberikan pelatihan advokasi terkait dengan pemagangan. Kita sampaikan kepada mereka latihan itu dalam bentuk macam-macam mungkin berkaitan dengan UMKM,” ujar Ika Indah Yarti, Selasa (10/5).

Tak dipungkiri bagi para pekerja UMKM sangat berkontribusi bagi para masyarakat khususnya Kota Bekasi dalam meminimalisir angka pengangguran di Kota Bekasi.


“Kita lebih memprioritaskan UMKM, karena bisa menciptakan wirausaha baru. Jadi kontribusi dari UMKM sendiri itu juga berdampak kepada penyerapan kepada tenaga kerja,” jelasnya.

Diketahui keterlibatan penduduk dalam membantu kegiatan ekonomi diukur dengan porsi penduduk yang sedang mencari kerja yakni bekerja atau sedang mencari kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) merupakan ukuran yang menggambarkan jumlah angkatan kerja untuk setiap 100 penduduk usia kerja.

Melangsir dari BPS Kota Bekasi pada tahun 2021 dengan jumlah persentase bekerja terhadap angkatan kerja sebanyak 89,12 persen dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 1.544.421 jiwa, sebanyak 167.974 jiwa pengangguran, serta sebanyak 1.376.447 jiwa sudah bekerja.

Sebelumnya Plt Walikota Bekasi Tri Adhianto sempat menghimbau kepada pendatang baru guna mengurangi angka pengangguran harus memiliki skill guna ingin mencari pekerjaan di Kota Bekasi.

“Ya saya kira itu memiliki skill penting juga, yang penting dia mampu memiliki skill sekarang ini kan tuntutannya IT. Minimal harus kuasai secara adaptasi dengan teknologi yang ada,” ucap Tri saat ditemui di lokasi, Rabu (5/5).

Pihaknya pun telah menyiapkan strategi dalam meminimalisir angka pengangguran maupun untuk menyambut kehadiran warga pendatang dari luar daerah maupun warga lokal.

“Strategi kita juga akan menambah dana kapitasi kita ke bank syariah sehingga dalam rangka kita untuk meningkatkan UMKM,” jelasnya.

Sebelumnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi yang memprediksi ada sebanyak sepuluh ribu penduduk baru di wilayahnya setelah Lebaran 2022.

“Prinsipnya sama dengan DKI Jakarta bahwa kami tidak bisa mencegah warga yang nantinya akan masuk ke Kota Bekasi, karena kesempatan untuk tinggal dimanapun adalah hak warga negara sepanjang seluruh warga memiliki dokumen administrasi kependudukan yang lengkap,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Bekasi Taufik Hidayat.

Lanjut Taufik, prediksi ribuan penduduk baru tersebut diantaranya bukan tanpa sebab. Nyatanya pada tahun lalu jumlah penduduk baru mencapai enam ribu jiwa pada tahun 2021.

“Jika melihat kedatangan tanpa pindah datang diproyeksikan mencapai dua kali lipat dari jumlah yang menggunakan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI) atau sekitar 10 ribu orang dan mengacu pada data pasca lebaran 2021 dimana ada warga yang masuk ke Kota Bekasi itu ada sekitar 6.225 orang dan diproyeksikan saat ini bisa bertambah, Karena mengingat pandemi Covid-19 sudah mulai melandai. Sehingga kesempatan untuk warga dari daerah mengadu nasib ke wilayah meningkat,” terangnya.(cr1)