Petugas Imunisasi Harus Teliti

SIAPKAN ALAT SUNTIK: Petugas menyiapkan alat suntik sebelum melakukan imunisasi di Posyandu Durian 19 RW 19 Kelurahan Padurenan, Mustikajaya Kota Bekasi, Kamis (11/8). Dinas Kesehatan Kota Bekasi pastikan bulan imunisasi anak nasional dapat berjalan dengan baik. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) serentak dilakukan pada Agustus 2022, termasuk di Kota Bekasi. Pemberian imunisasi di Posyandu dan Puskesmas mulai dilakukan. Sebanyak 48 Puskesmas dan 1.615 Posyandu menjadi lokasi pelaksanaan program bulan imunisasi di Kota Bekasi..

Program ini sempat menjadi sorotan di wilayah Kota Tangerang karena adanya pemberian obat penurun panas kedaluwarsa pasca imunisasi di Posyandu.


Mengantisipasi itu terjadi di Kota Bekasi, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Vevi Herawati mengungkapkan, bahwa pihak Dinkes sudah mengimbau agar petugas Puskesmas dan kader kesehatan harus terus melakukan pemantauan, saat pelaksanaan imunisasi.

“Jadi kami pastikan kegiatan imunisasi ini dapat berjalan dengan baik dan juga aman, sehingga kami minta pemantauan harus dilakukan para petugas,” ucapnya.


Pihak Dinkes juga meminta agar petugas puskesmas dan juga posyandu, memastikan target sasaran usia imunisasi sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Jadi petugas puskesmas dan posyandu, harus teliti untuk melakukan imunisasi kepada target yang sudah ditentukan. Agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Selain itu pihak Dinkes juga meminta agar seluruh pelaksanaan imunisasi yang berjalan, dapat dilaporkan kepada pihak Dinkes jika menemukan permasalahan ataupun kendala.

“Kami meminta agar para petugas dapat melaporkan hasil pelaksanaan imunisasi, jadi jika ada kendala ataupun permasalahan dapat segera diselesaikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, pihak Dinkes juga berharap masyarakat dapat menyambut antusias pelaksanaan imunisasi yang ada di Kota Bekasi, sehingga target 100 persen imunisasi dapat terpenuhi.

“Masyarakat jangan takut, karena imunisasi ini tidak berbahaya dan kami pastikan petugas dapat melaksanakan prosesnya sesuai,” tukasnya.

Namun, minimnya sosialisasi juga membuat masyarakat tak mengetahui program tersebut, dan beberapa masih memilih melakukan imunisasi di rumah sakit. Terbatasnya informasi langsung ke masyarakat juga membuat masyarakat ragu.

Salah satu warga Kota Bekasi Joan (32) mengaku, tak mengikuti imunisasi untuk anaknya di posyandu maupun puskesmas.”Gimana ya, agak takut aja kalo imunisasi anak di puskesmas ataupun posyandu di sekitar rumah.Minim juga sih informasinya, saya juga gak tau jadwal imunisasi itu kapan, Jadi selama ini ikut imunisasi di rumah sakit aja,” tuturnya. (dew).