Belasan Ruas Jalan Rawan Tergenang

BANJIR: Ruas jalan di Perumahan Narogong, Rawalumbu tergenang ketika hujan deras mengguyur Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah ruas jalan di Kota Bekasi masih sering tergenang dan menimbulkan kemacetan panjang ketika hujan deras terjadi. Kondisi itu kerap dikeluhkan dan mendesak untuk dilakukan penanganan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya ada 18 titik ruas jalan yang rawan tergenang ketika hujan deras turun.


“Kami telah mencatat beberapa ruas jalan dan perumahan yang tergenang banjir,” ujarnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Enung Nurcholis kepada Radar Bekasi Senin, (10/10).

Dari hasil pencatatan BPBD sebanyak 18 titik ruas jalan rawan tergenang, yang tingginya cukup bervariasi. Namun hingga kini belum ada hasil laporan terbaru terkait genangan banjir di beberapa ruas jalan.


“Kami mencatat ada 18 titik yang tergenang banjir, untuk ketinggiannya bervariasi ya. Ada yang 25 cm, 70 cm bahkan ada yang sampai ketinggian 130 cm,” tuturnya.

Sementara 18 titik ruas jalan yang tergenang banjir diantaranya berada di Kecamatan Pondokgede perumahan Jatibening Baru, Komplek Dosen IKIP, Komplek Nasio Jatiasih di Bekasi Selatan ada underpass Ahmad Yani, dan Jalan KH Noer Ali depan Kota Bintang hingga Jalan Ir H Djuanda, Jalan komplek Bumi Bekasi Baru Rawalumbu.

“Dari 18 titik kasus genangan banjir, salah satunya adalah jalan-jalan dan wilayah perumahan tersebut,” ucapnya.

Sementara Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Ikhwanudin Rahmat menyampaikan, bahwa beberapa ruas jalan tergenang banjir mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh.

”Beberapa ruas jalan, seperti kota bintang kemudian kolong Tol Barat itu bisa mengakibatkan kelumpuhan lalu lintas. Sementara sisanya seperti jalan Ir H Juanda, kemudian jalan pondok hijau itu tergenang banjir juga namun tidak membuat kelumpuhan lalu lintas hanya saja kendaraan cukup padat sekali di jalan tersebut,” ucapnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, penambahan personel di lokasi dilakukan guna mengurai kemacetan.

“Kami telah melakukan penebalan tugas, bagi para anggota yang bertugas di lapangan untuk bisa mengatur lalu lintas yang padat karena banjir, ” tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air DBMSDA Kota Bekasi Anjar Budiono menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan pengerukan lumpur di berbagai saluran.

“Kami telah melakukan pengerukan lumpur di saluran air, apalagi saat ini curah hujan yang cukup tinggi. Kami berusaha meningkatkan pengerukan serta normalisasi saluran di lingkungan. Dengan perbaikan dan pembuatan sodetan,” tuturnya.

Selain itu petugas pematusan dan Unit Reaksi Cepat (URC) masih diterjunkan. “Kami siap siaga dengan tim, akan melakukan pengerukan dan peningkatan kapasitas daya tampung saluran di berbagai wilayah, kami juga kerahkan tim URC untuk siaga selama 24 jam,”jelasnya.

Sementara, Plt Sub Koordinator Pemeliharaan Jalan pada DBMSDA Kota Bekasi Ridwan Muarief menambahkan, bahwa saat ini melalui tim URC SiTambel telah melakukan pembersihan tali-tali air saluran jalan yang tersumbat sampah.

“Kami telah melakukan pembersihan tali-tali air saluran jalan yang tersumbat sampah, sehingga air bisa mengalir ke saluran,” terangnya.

Menurutnya curah hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, membuat saluran jalan tidak cukup menampung debit air. Sehingga antisipasi tersebut harus dilakukan.

“Curah hujan memang cukup tinggi, sehingga saluran jalan enggan cukup menampung debit air. Jadi penanggulangan yang kamu lakukan adalah membersihkan tali-tali air saluran yang tersumbat sampah,” tukasnya. (dew)