Warga Keluhkan Peralihan TV Digital

HARGA STB NAIK: Pedagang melayani pembeli Set Top Box (STB) di Toko Kawasan Alexindo, Medansatria, Kota Bekasi,Rabu (9/11). Harga STB naik drastis dari semula harga Rp 200 ribu kini mencapai Rp 300 ribu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pasca disetopnya siaran TV analog awal November lalu, banyak masyarakat yang belum menerima Set Top Box (STB). Ahasil, TV tak bisa menyiarkan gambar.

Sejumlah TV harus dilengkapi booster atau Set Top Box untuk mengakses TV digital sesuai program pemerintah.


Namun ditengah banyaknya warga yang memburu STB, barang tersebut mendadak langka. Sekalipun ada harganya bisa naik 50 persen lebih.

Daelami Firdaus (24) misalnya mau tidak mau ia harus membeli Set Top Box agara TV di rumahnya bisa berfungsi. Namun alih-alih menikmati gambar yang jernih, ia justru mendapati channel yang terbatas tak semua chanel TV digital bisa diakses.


”Kalau gini masa harus sama saja pakai antena luar, double rugi kita. Kita berharap pemerintah dalam membuat program harus juga diimbangi kondisi masyarakatnya, jangan sampai menyulitkan,”pungkasnya.

Hal senada diungkapkan, Sumardi (48) ia mengaku pendistribusian STB gratis harus merata dan tepat sasaran. Pasalnya kata dia masyarakat bawah lebih memilih untuk keperluan sehari-hari dibanding harus belum STB yang harganya kini tengah melambung.

”Kalau mau peralihan harus matang, jangan rakyat juga yang dibuat sulit, bayangkan warga di tengah kondisi ekonomi seperti ini harus membeli barang-barang itu,”pungkasnya kecewa.(one)