Klaim Olah 2.000 Ton Sampah Perhari

TINJAU TPST : Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bersama Plt Wali Kota Bekasi Tri adhianto mengunjungi TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (2/1)RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Fasilitas pengelolaan sampah Landfill Mining dan Refused-Derived Fuel (RDF) Plant di TPST Bantargebang disebut sudah 98 persen. Fasilitas ini akan mengelola seribu ton sampah baru yang tiba di Bantargebang, dari total 7,5 ribu ton sampah yang diangkut setiap hari.

Kemarin, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono meninjau langsung fasilitas di TPST Bantargebang. Hasilnya, dalam satu hari, sampah yang diolah mencapai 2 ribu ton, masing-masing seribu ton sampah lama dan sampah yang baru datang dari Jakarta. “Targetnya (beroperasi) akhir Januari,” katanya, Senin (2/1).


Heru memberikan sejumlah catatan terkait dengan proyek pengelolaan sampah ini, diantaranya terkait dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lokasi.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari proyek energi hijau.


“Jadi memang seribu ton sampah lama dan seribu ton sampah baru diolah menjadi RDF, itu bahan bakar yang dapat menggantikan batu bara. Jadi ini bagian dari proyek energi hijau,” katanya.

Setidaknya, ada dua pabrik semen yang akan menjadi Offtaker RDF ini. Asep juga menyebut pihaknya tengah membenahi sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Tahun ini ditarget ada 15 TPS 3R yang akan dibangun. Upaya ini dilakukan untuk menekan pembuangan sampah ke TPST Bantargebang.

Dalam satu hari, total ada 8.200 ton sampah per hari dihasilkan di DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, 7,5 sampai 7,7 ribu ton diangkut oleh 1.200 truk per hari ke TPST Bantargebang.

“Kalau ITF sudah bisa terbangun, maka semakin sedikit kita buang sampah ke wilayah pak Wali Kota (Bekasi),” tambahnya. (sur)