Bola

Tinggalkan Juventus, CR7 Langsung Bersinar di MU

Gestur striker Inter Milan Lautaro Martinez setelah dilanggar pemain UC Sampdoria di Stadio Luigi Ferraris tadi malam. (MARCO BERTORELLO/AFP)

RADARBEKASI.ID, INGGRIS-Cristiano Ronaldo dan Romelu Lukaku adalah bintang utama Serie A musim lalu.

Ronaldo meraih capocannoniere, sedangkan Lukaku ditahbiskan sebagai pemain terbaik.

Ketika dua bintang itu meninggalkan Serie A untuk kembali ke Premier League musim ini, dampaknya langsung terasa.

Dampak positif dirasakan klub baru mereka, Manchester United (Ronaldo) dan Chelsea (Lukaku).

United bahagia kembali diperkuat Ronaldo setelah CR7 melesakkan dua gol awal dalam kemenangan 4-1 atas Newcastle United di Old Trafford pada Sabtu malam (11/9).

Lukaku juga mencetak brace kala Chelsea menang tiga gol tanpa balas atas Aston Villa di Stamford Bridge kemarin (12/9).

Dari tiga kali penampilan bersama The Blues musim ini, Big Rom punya koleksi tiga gol.

Di klasemen sementara Premier League, United dan Chelsea kini menempati dua posisi teratas. Masing-masing mengoleksi 10 poin dari tiga matchweek

Hal sebaliknya dirasakan klub yang ditinggalkan Ronaldo (Juventus) dan Lukaku (Inter Milan).

Juve paling merana. Klub yang musim lalu gagal melanjutkan streak scudetto Serie A untuk kali kesepuluh itu masih tanpa kemenangan dalam tiga giornata awal dan tergolek ke papan bawah.

Di kandang SSC Napoli kemarin (12/9), Stadio Diego Armando Maradona, Juve takluk 1-2.

Itu adalah kekalahan beruntun La Vecchia Signora setelah dipermalukan klub promosi Empoli FC 0-1 di kandang sendiri, Allianz Stadium (29/8).

Sangat kentara kalau Juve tidak lagi memiliki pemain pembeda.

Il capitano sekaligus bek veteran Juve Giorgio Chiellini mengakui bahwa dirinya dan rekan-rekannya belum bisa move on dari CR7.

”Ketika Anda mempunyai seorang (pemain bertipe, Red) juara seperti Cristiano, Anda tidak bisa tidak bermain untuknya. Kami harus berterima kasih kepadanya untuk tahun-tahunnya bersama Juve,” tutur pemain 37 tahun yang akrab disapa Chiello itu kepada DAZN.

Chiello pun menganggap Juve tanpa Ronaldo harus mengubah mindset.

Dari yang dahulunya berlabel ”Tim Cristiano” menjadi tim yang lebih kolektif. Hal itu didukung oleh mantan flank kanan Juve periode 1980-an, Massimo Mauro.

Menurut Mauro, tidak ada pemain di Juve saat ini yang bisa jadi sentral permainan. ”Jadi, (Massimiliano) Allegri (allenatore Juve, Red) butuh memaksimalkan semua potensi dalam skuadnya untuk menjadi mesin gol,” klaim Mauro yang kini jadi politisi itu.

Hal tidak jauh berbeda dirasakan Inter sepeninggal Lukaku.

Allenatore Simone Inzaghi memang mendapatkan dua pemain sekaligus, Edin Dzeko dan Joaquin Correa, sebagai subtitusi Big Rom. Masing-masing juga sudah membuka keran gol mereka bersama Inter.

Namun, menghadapi UC Sampdoria di Stadio Luigi Ferraris tadi malam (12/9), Dzeko dan Correa scoreless.

Tandem Lukaku, Lautaro Martinez, memang mencetak gol. Tapi, sebiji gol striker Argentina itu tidak cukup banyak untuk memberikan kemenangan bagi Nerazzurri.

Simo –sapaan akrab Simone Inzaghi– terlihat masih mencari kombinasi terbaik di lini serang klub peraih scudetto Serie A musim lalu itu.

”Kami mencoba berbagai duet, bahkan memainkan trisula sekaligus selama latihan. Tetapi, situasi di lapangan tentu berbeda dengan seperti yang kami rencanakan saat latihan,” beber Simo kepada Tuttomercatoweb. (jpc)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button