Banjir Rob di Muaragembong Kian Parah

NAIK BALAI: Sejumlah warga terpaksa naik ke balai saat banjir rob kembali melanda Muaragembong, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Minggu (5/12). PRA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Banjir rob yang kembali melanda wilayah Muaragembong, ┬ásemakin parah. Dari lima desa yang berada di pesisir pantai, diterjang banjir rob, dengan ketinggian air antara 20 sampai 40 Cm, dan meningkat secara signifikan dibanding sebelumnya. Kelima desa yang dilanda banjir rob yakni, Pantai Bahagia, Mekar, Sederhana, Bakti, dan Harapan Jaya.

Sekretaris Desa Pantai Bahagia, Ahmad Qurtubi mengakui, banjir rob yang melanda wilayahnya ini, semakin parah dibanding pada bulan sebelumnya. Dengan peningkatan ketinggian air mencapai 40 Cm.


“Ada lima desa di Muaragembong yang berada di pesisir pantai terkena banjir rob. Akan tetapi, dibanding dengan bulan sebelumnya, ketinggian airnya sekarang ini lebih parah,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (5/12).

Kata Qurtubi, hal itu bisa dilihat dengan meluasnya banjir rob di wilayah ini, baik di perkampungan maupun jalan yang sebelumnya tidak terendam. Sekarang hampir seluruhnya terendam banjir rob.


Tujuh kampung yang sebelumnya dilanda banjir rob di Desa Pantai Bahagia, diantaranya, Kampung Beting, Gobah, Muaramati, Muarapecah, Blukbuk, Gobah, dan Muarabendera.

“Untuk di Desa Pantai Bahagia, hampir semuanya terendam, hanya beberapa RT saja yang tidak,” terang Qurtubi.

Ia menduga, dengan kondisi banjir rob yang semakin parah, karena adanya gaya gravitasi bulan. Pasalnya, tidak hanya di Kabupaten Bekasi saja, tapi seluruh Indonesia mengalaminya. Ditambah dengan adanya gerhana bulan. Namun saat ini, banjir rob yang melanda wilayahnya, terjadi pada pagi hari saja.

“Banjir rob ini terjadi saat pagi hari saja, secara signifikan mulai pukul 07:00 WIB sampai pukul 11:00 WIB. Dari pukul 12:00 WIB, sudah mulai surut,” bebernya.

Meski demikian, dirinya mengaku tidak ada bantuan dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten, bagi warga yang terdampak banjir rob.

“Warga yang terdampak banjir rob, belum menerima bantuan sama sekal sampai sekarang,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Camat Muaragembong, Lukman Hakim menuturkan, banjir rob yang melanda wilayah ini, sudah surut. Sampai siang hari, Minggu (5/12), hasil monitor dengan unsur Muspika, banjir rob semakin surut di tiga desa di Muaragembong.

“Ada tiga desa yang terendam banjir rob, yaitu Pantai Sederhana, Bahagia, dan Harapanjaya. Dari hasil monitor dengan unsur Muspika, kondisi banjir rob sudah semakin surut,” klaim Lukman.

Mengenai belum adanya bantuan dari pemerintah, dia menjelaskan, dari unsur Muspika Muaragembong, sifatnya siap siaga. Memang banjir rob ini, bagi masyarakat Muaragembong, menjadi sesuatu yang biasa. Kenapa, karena dalam hitungan jam saja, airnya sudah surut. Kecuali tanggul Sungai Citarum jebol. (pra)