70 Persen Lulusan Ditarget Terserap Dunia Kerja

ILUSTRASI: Sejumlah siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN 11 Kota Bekasi saat menjalankan praktik. Sebanyak 70 persen lulusan SMK dari satuan pendidikan di Kota dan Kabupaten Bekasi diharapkan dapat terserap dunia kerja. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

 

 


RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 70 persen lulusan SMK dari satuan pendidikan di Kota dan Kabupaten Bekasi tahun ini ditargetkan dapat terserap dunia kerja.

Data Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III, jumlah lulusan SMK 2022 sebanyak 43.821 orang terdiri dari sekolah di Kota Bekasi 20.821 orang dan Kabupaten Bekasi 23.000 orang. Pengumuman kelulusan telah disampaikan oleh masing-masing sekolah pada 5 Juni 2022.


Kepada Radar Bekasi, Selasa (14/6), Kepala KCD Pendidikan Wilayah III Asep Sudarsono mengatakan, sekolah harus bisa membantu lulusannya mendapatkan pekerjaan.

“Alhamdulillah pengumuman kelulusan sudah disampaikan oleh pihak sekolah masing-masing dan targetnya saat ini sekolah bisa membantu menyalurkan lulusan siswa ke dunia industri,” ujar Asep.

Asep menegaskan, setiap SMK memberikan informasi lowongan pekerjaan kepada lulusannya. Dalam hal ini, siswa diminta untuk aktif agar cepat bisa bekerja.

“Setiap sekolah SMK kan pasti memberikan informasi mengenai peluang pekerjaan kepada lulusan siswanya, nah ini tinggal siswanya saja yang harus aktif mencari informasi,” katanya.

Dari total lulusan SMK pada tahun ini, 70 persen diantaranya diharapkan dapat terserap di dunia kerja. “Untuk SMK biasanya ada yang kerja, melanjutkan dan membuka usaha. Tapi kalo SMK kan lebih kepada langsung kerja, makanya diharapkan 70 persen lulusan bisa bekerja,” katanya.

Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Bekasi Boan menyampaikan, melalui MKKS diharapkan seluruh SMK dapat membantu menyalurkan siswanya ke dunia kerja.

“Kita sudah arahkan semua sekolah agar bisa membantu memberikan informasi kepada siswa, terkait peluang pekerjaan yang ada,” kata Boan.

Dengan langsung bekerja, maka tidak menyebabkan angka pengangguran semakin besar. “Kita ingin seluruh lulusan siswa bisa bekerja, membuka peluang usaha ataupun melanjutkan pendidikannya,” pungkasnya. (dew)