Isi BBM di Bekasi Pakai Barcode

DAFTAR MYPERTAMINA : Petugas SPBU melakukan pendataan warga yang mendaftar aplikasi MyPertamina di salah satu SPBU Jalan Inspeksi Kalimalang Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masyarakat Kabupaten Bekasi yang memiliki kendaraan roda empat, wajib menunjukkan QR Code saat akan mengisi BBM bersubsidi mulai Agustus nanti. Barcode tersebut didapat setelah konsumen mendaftarkan kendaraan melalui aplikasi MyPertamina atau bisa langsung daftar ke SPBU Pertamina. Sementara masa pendaftaran dibuka hingga 31 Jui nanti.

Ya, kini kabupaten Bekasi menjadi salah satu dari 50 kota dan kabupaten yang wajib menggunakan aplikasi MyPertamina saat mengisi BBM. Radar Bekasi mendatangi SPBU 3417541 SPBU yang berlokasi di Jalan Inspeksi Kalimalang, Kecamatan Tambun Selatan. SPBU ini menjadi salah satu lokasi pendaftaran offline. Untuk melayani satu orang, dibutuhkan waktu sekira 21 menit, warga kemudian menunggu tujuh hari verifikasi sampai mendapatkan QR code.


Informasi yang didapat lokasi, setidaknya ada 30 sampai 40 pendaftar sejak awal pembukaan pendaftaran. Beberapa pemilik kendaraan roda empat yang datang terpaksa harus kembali guna melengkapi persyaratan.

Sejumlah persyaratan yang dibutuhkan yakni KTP, STNK kendaraan, NPWP dan KIR untuk kendaraan yang digunakan untuk kepentingan komersial, email aktif, nomor telepon, foto kendaraan beserta plat, dan foto kendaraan full body. Spanduk pemberitahuan kebijakan distribusi BBM bersubsidi terpasang di beberapa sudut SPBU.


Salah satu pengguna kendaraan roda empat yang datang adalah Darwin (50), ia sengaja mendatangi SPBU untuk mendaftar offline lantaran kesulitan mendaftar mandiri.”Karena kita nggak bisa registrasinya, makanya saya kesini,” katanya, Senin (25/7).

Sisa waktu dimanfaatkan oleh Darwin untuk datang langsung ke SPBU supaya tetap bisa membeli BBM bersubsidi. Dengan kata lain, memudahkan saat kebijakan pengaturan distribusi BBM bersubsidi sudah berlaku.

“Nanti kalau sudah mulai kan sudah nggak bisa beli BBM (bersubsidi), supaya kedepan lebih mudah,” tambahnya.

Pengguna kendaran lainnya adalah Ade, ia juga datang ke meja petugas SPBU untuk mendaftar offline. Dari kejauhan, Ade melangkah meninggalkan kendaraan pick up berisi barang rongsokan yang ia gunakan.

Beberapa kali rekannya harus kembali ke kendaraan pick up yang ia gunakan untuk melengkapi persyaratan. Ia memilih untuk mendaftar offline meskipun belum mencoba mendaftar mandiri lewat aplikasi MyPertamina maupun situs resmi yang disediakan Pertamina.

Jika tidak mendaftar, Ade khawatir penghasilannya tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari lantaran harus membeli BBM nonsubsidi.”Nanti kalau nggak dapat subsidi kan lebih ribet lagi, harganya kan nggak kekejar (dengan pendapatan),” ungkapnya.

Ade sudah mendownload aplikasi MyPertamina di telepon genggam miliknya. Setelah mendaftar, ia hanya perlu menunggu tujuh hari hingga diverifikasi. Harapannya, kebijakan distribusi BBM bersubsidi lebih mudah bagi masyarakat.

“Biasanya kan kita ngisi bensin tinggal ngisi aja, nanti pakai barcode dulu,” tukasnya sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Terpisah, Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengatakan bahwa saat ini masa pendaftaran sedang dilaksanakan termasuk di wilayah Kabupaten Bekasi. Pengguna roda empat dapat mendaftarkan diri di website resmi, maupun aplikasi MyPertamina secara mandiri.

Sedangkan pendaftaran offline bisa dilakukan di beberapa SPBU, total ada 25 SPBU di wilayah Kabupaten Bekasi.”Pendaftaran juga dapat dilakukan di aplikasi MyPertamina dan juga datang ke SPBU, apabila memerlukan panduan untuk pendaftarannya,” ungkapnya.

Diketahui, jumlah pendaftar aplikasi MyPertamina sejak awal dibuka di berbagai daerah sampai Sabtu (23/7) sebanyak 220 ribu unit kendaraan roda empat. Delapan puluh persen kendaraan yang terdaftar adalah pengguna BBM subsidi jenis pertalite.

Eko membenarkan tingginya animo masyarakat untuk mendaftarkan kendaraannya, hanya saja ia belum bisa memastikan secara spesifik jumlah kendaraan yang mendaftar di wilayah Kabupaten Bekasi.”Dan tentunya harapan kami semakin bertambah dari hari ke hari. Sehingga harapan kita BBM bersubsidi ini tepat sasaran sesuai peruntukannya,” tukasnya.

Terpisah, Secretary Corporate Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan bahwa barcode tersebut bida di cetak atau disimpan di handphone tanpa harus menunjukkan aplikasi MyPertamina. Sebab itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang merasa berhak menggunakan BBM bersubsidi agar segera mendaftarkan diri.

Pendaftaran dapat dilakukan di booth pendaftaran yang disiapkan di SPBU Pertamina melalui web subsiditepat.mypertamina.id maupun melalui aplikasi MyPertamina. Setelah itu, konsumen cukup menunjukkan QR Code yang sudah dicetak, maupun disimpan di ponsel. “Pembelian BBM tidak wajib menggunakan aplikasi MyPertamina. Pembayaran juga bisa menggunakan cash,” kata Irto.

Pertamina saat ini sedang melakukan perluasan uji coba MyPertamina di sejumlah wilayah termasuk Bekasi dan DKI Jakarta. Adapun cakupan wilayah uji coba aplikasi MyPertamina menjadi 50 kota/kabupaten di 27 provinsi. Masyarakat di wilayah uji coba tersebut bisa mendaftarkan identitas dan kendaraan di aplikasi MyPertamina, website MyPertamina, atau mendaftar langsung di SPBU. Namun demikian, uji coba ini baru berlaku untuk kendaraan roda 4 atau mobil.

Nantinya, masyarakat yang sudah mendaftar dan dinilai berhak membeli BBM subsidi akan mendapatkan QR Code. Adapun kode tersebut yang harus ditunjukkan calon konsumen saat membeli BBM subsidi. Pertamina juga membolehkan QR Code tersebut dicetak sehingga masyarakat yang tidak membawa telepon genggam tetap bisa membeli BBM subsidi di SPBU dengan cara menunjukkan QR Code tersebut kepada petugas.(sur)