Mahasiswa KKN Unisma Bekasi Ajak Pelajar Bijak Menggunakan Medsos

Radarbekasi.id, BEKASI SELATAN –  Media sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap remaja . Muhadjir Effendy selaku Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) membahas tentang bullying terhadap anak di Indonesia. “Sepanjang 2020, 45 persen anak-anak di Indonesia menjadi korban cyberbullying.” kata Muhadjir.

Maka dari itu etika komunikasi dalam penggunaan media sosial juga penting diterapkan untuk menghindari pemicu konflik, seperti bullying. Banyak terjadi kasus perkelahian yang dimulai dari komentar atau status namun dianggap ejekan (bullying) melalui jejaring sosial.


Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Unisma Bekasi mengajak siswa SMP Al-Inayah Kutamukti untuk bijak menggunakan media sosial.”Penggunaan sosial media kita sebagai generasi muda harus diiringi dengan beretika komunikasi yang baik kepada orang lain, yang dimulai dari kita sendiri seperti bertutur kata yang sopan dan tidak menyinggung, serta menghormati pendapat orang lain.” Ujar salah satu mahasiswa KKN Unisma Bekasi, Abyan Hafizh.

Saat sosialisasi berlangsung, para peserta terlihat bersemangat mendengarkan materi yang disampaikan. Mereka juga menceritakan bahwa hampir sebagian besar dari mereka memiliki akun media sosial untuk mencari informasi tentang bola, games, hingga berita k-pop untuk mengisi waktu luang mereka. Namun, ada pula yang tidak memiliki akun media sosial.


Tidak hanya sosialisasi yang disampaikan oleh Abyan Hafizh sebagai pemateri, namun ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh para siswa/i setelah sosialisasi berlangsung. Di sesi kedua yaitu masing-masing siswa dan siswi memperkenalkan diri, mengemukakan pendapat dengan bahasa yang baik, hingga pelajaran yang telah didapat dari kegiatan sosialisasi dalam bentuk video.

Sebagian siswa mengaku belum pernah ada sosialisasi mengenai bagaimana cara beretika yang baik saat bermedia sosial di sekolahnya.  “Program kamu dapat membantu meminimalisir kasus cyber bullying yang kerap terjadi di SMP Al-Inayah Kutamukti,” ujar Pak Janu selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMP Al-Inayah Kutamukti.

Menurutnya, program ini dinilai dapat mengurangi kasus bullying, tepat seperti tujuan awal dibuatnya program kerja tersebut.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi sebagai bentuk respon siswa dan siswi SMP Al-Inayah Kutamukti terhadap peserta KKN dengan memberikan motivasi.  “Terimakasih banyak kakak sudah memberikan materi yang bermanfaat nanti aku bantu sebarkan kepada teman-teman aku juga,” ujar Arum selaku siswi yang mengikuti kegiatan.(mif/abiyan)