Kerap Longsor, Perluasan TPA Burangkeng Dikebut

SAMPAH LONGSOR: Sejumlah alat berat jenis excavator meratakan sampah yang sudah overload dan sempat longsor, di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi, Senin (26/9). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI –¬†Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana memperluas lahan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Burangkeng, Setu.

Sebab, kondisi sampah yang sudah kepenuhan (overload) di zona B dan D ini, sempat longsor pada Kamis lalu (22/9).


Hal itu membuat akses jalan masuk ke TPA Burangkeng tertutup, sehingga berdampak terhadap kemacetan panjang, dan antrean truk pengangkut sampah yang akan masuk.

“Memang beberapa kali sempat terjadi longsor di zona B dan TPA Burangkeng. Sehingga ada percepatan sesuai dengan arahan dari Pak Pj Bupati,” ujar Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Khaerul Hamid, usai melakukan peninjauan, Senin (26/9).


Diakuinya, kondisi sampah yang sudah overload di TPA Burangkeng ini, Pemkab Bekasi harus mengambil langkah untuk percepatan menambah lahan. Sehingga, peristiwa longsor yang berdampak pada antrean panjang truk sampah saat akan masuk ke TPA Burangkeng, tidak terjadi lagi.

Menurut Hamid, perluasan lahan area TPA Burangkeng harus sesuai Peraturan Daerah (Perda) terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW), yaitu seluas 11,6 hektar, dari kapasitas saat ini seluas 9,5 hektar. Dan realisasinya, akan dilakukan pada tahun ini, meski anggaran pembayaran lahan milik warga yang terkena perluasan TPA Burangkeng, baru diberikan pada awal tahun 2023 mendatang.

“Sesuai Perda RT RW, itu luasnya harus 11,6 hektar. Sedangkan eksisting saat ini, lahan TPA Burangkeng baru 9,5 hektar. Jadi masih kurang sekitar 2,1 hektar,” terang Hamid.

Kata dia, untuk lokasi yang telah disiapkan, berbatasan langsung dengan TPA Burangkeng sampai ke belakang ke arah tol. Itu memang wilayah yang clear area tidak masuk ke Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD). Sementara untuk yang longsor, sedang dalam penanganan DLH Kabupaten Bekasi, sejak Jumat malam (23/9).

Untuk sementara, pelayanan persampahan di TPA Burangkeng belum bisa maksimal. Sehingga masih akan ada antrian puluhan truk pengangkut sampah yang hendak masuk.

“Longsornya ke arah jalan, tapi ada juga ke lahan penduduk yang kosong. Penanganan sementara, kami turunkan sejumlah alat berat, termasuk meminjam ke dinas Sumber Daya Air (SDA,” pungkas Hamid. (pra)