Dua Tewas, Dua Sekarat

OLAH TKP : Polisi melakukan penyelidikan tempat ditemukannya satu keluarga tergeletak lemas dan mengeluarkan busa di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (12/1). Dua orang dari lima penghuni kontrakan itu meninggal dunia diduga keracunan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Neng Risti Nuraeni, bocah berusia 7 tahun ini hanya bisa menangis melihat kedua orang tua merintih kesakitan sambil memegangi perut. Sementara dua orang pamannya sudah terbujur kaku dengan mulut penuh busa. Sepanjang malam, bocah malang itu menahan rasa takut. Tak ada yang bisa dilakukan selain menangis.

Saat pagi tiba, tangisan bocah tersebut terdengar tetangga sebelah rumahnya, Irianto (60). Dia langsung memanggil penghuni rumah yang beralamat di Jalan Lingkar Bambu RT 02/03, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang tersebut. Namun tak ada jawaban.


Karena curiga, Irianto memanggil tetangga lainnya untuk membuka pintu rumah dengan cara paksa. Setelah pintu terbuka, dia terkejut mendapati dua dua laki-laki ditemukan tergeletak di ruang tamu, satu penghuni laki-laki ditemukan tergeletak di kamar bagian depan rumah, serta satu perempuan dalam keadaan tergeletak di kamar bagian belakang bersama Neng Risti Nuraeni yang masih dalam keadaan sadar.

Wajah ketakutan masih terlihat jelas dari bocah tersebut. Ketika tetangga datang, dia tidak banyak bercerita, karena masih diselimuti ketakutan,”Sepertinya dia semalaman menangis, tapi tidak memberi tahu ke tetangga,”kata Irianto.


Melihat kondisi tersebut, warga langsung membawa kelima penghuni rumah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D Bantargebang, tiga orang yang berhasil diselamatkan masih dalam perawatan. Ada tiga nama dalam dokumen Kartu Keluarga (KK) yang ditemukan pihak kepolisian di lapangan, yakni kepala keluarga M Dede Solehudin (34), Istri Yeni Nursa’adah (32), dan anak Neng Risti Nuraeni (7), nyawa ketiganya berhasil diselamatkan.

Sementara di dalam rumah ada dua penghuni lain atas nama Ridwan Abdul Muiz (20), satu penghuni lain berjenis kelamin laki-laki belum diketahui identitasnya. Kedua laki-laki yang ditemukan berada di ruang tamu tersebut meninggal dunia. Informasi yang didapat oleh tetangga sekitar, keduanya adalah keponakan Yeni.

“Yang mengeluarkan busa hanya tiga, dua di ruang tamu, satu ibunya di dalam kamar,” kata Kapolsek Bantargebang, Kompol Samsono, Kamis (12/1).

Selain KK, barang bukti yang diamankan identitas atau KTP dan telepon genggam. Kasus ini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Sementara ini, penghuni rumah diduga keracunan, cairan yang keluar dari mulut korban dibawa untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Dipastikan dalam peristiwa ini, dua penghuni rumah meninggal dunia.”Saat ini dua orang meninggal dunia di rumah sakit,” tambahnya.

Salah satu tetangga yang beberapa kali berkomunikasi dengan Yeni, Ami (60) melihat langsung kondisi kelima penghuni rumah usai pintu dibuka paksa oleh warga. Sesaat setelah penghuni rumah ditemukan tergeletak tak berdaya, ia sempat berkomunikasi dengan salah satu penghuni sebelum dievakuasi ke RS, penghuni rumah diketahui sudah mengalami gejala sakit di bagian perut dan muntah pada malam hari.

“Sempat nanya ke mamangnya, katanya sakit perut, muntah dari semalam katanya,” terang pedagang kelontong tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sedangkan anak berusia 7 tahun, ia dapati dalam sadar, ditemukan tinja bekas anak tersebut buang air besar di dalam rumah. Saat ditemukan, anak tersebut dalam keadaan takut, dievakuasi oleh warga sebelum dibawa ke RS.

Ami mengaku beberapa kali berkomunikasi dengan Yeni, perempuan satu-satunya di dalam rumah. Meskipun belum mengenal dekat pada penghuni rumah, ia menyebut kepala rumah tangga bernama Dede selama ini bekerja sebagai kuli bangunan.

Setiap pagi, Ami selalu melihat Yeni keluar rumah, tapi tidak pagi kemarin. Ami tidak menaruh curiga lantaran sebelumnya Yeni berpamitan pulang ke kampung halaman di Cianjur.

“Mak mau pulang besok, katanya takut emak kehilangan. Kalau pagi nggak lewat berarti kan kemarin dia bilang sudah bilang mau pulang,” ungkapnya seraya menirukan percakapan dengan Yeni.

Tetangga yang lain, Acep (45) mengatakan bahwa keluarga ini belum lama tinggal di rumah kontrakan tersebut.”Satu keluarga ini baru tinggal di rumah tersebut, baru dua Minggu,” katanya.

Saat warga pertamakali masuk ke dalam rumah, tidak ada barang mencurigakan, termasuk obat-obatan. Warga hanya mendapati bungkus kopi, dan bungkus nasi.

Setelah peristiwa ini diketahui oleh warga sekitar, ambulance datang mengevaluasi penghuni rumah ke RSUD tipe D Bantargebang, kemudian dilakukan pemeriksaan di dalam rumah oleh kepolisian, termasuk petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Petugas dari Dinkes Kota Bekasi membawa beberapa barang yang dicurigai membuat penghuni rumah keracunan. Diantaranya sisa nasi yang ada di dalam rumah, petugas hanya mendapati sisa nasi, tidak ada lauk pauk.

“Yang kira-kira berhubungan saja seperti kopi, air minum, nasi, (bekas) muntah, dan tinja untuk dibawa ke laboratorium,” kata Kasi Kesehatan Lingkungan pada Dinkes Kota Bekasi, Dudung Abdul Wahid.

Total ada 12 sampel yang dibawa oleh petugas, dipastikan tidak ada cairan berbahaya di dalam rumah. (Sur)