Cikarang

Pilkades Mangunjaya Disebut Minim Sosialisasi

Radarbekasi.id – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Mangunjaya disebut minim sosialisasi ke warga perumahan. Karena warga di sejumlah perumahan mengaku belum mengetahui hal tersebut.

Ketua RT08/RW10, Perumahan Mangunjaya, Saban mengakui, kalau dia dan warga lain di wilayahnya tak pernah dapat informasi ataupun sosialisasi dari panitia pilkades serentak 2020 setempat. Dampaknya, banyak sekali warga yang hingga kini tak tahu sudah sampai dimana tahapan penyelenggaraan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

”Iya ini katanya mau ada pilkades, tapi sampai sekarang tak ada sama sekali kegiatan sosialisasi dari para panitia di sini. Ini saja saya sebagai ketua RT tidak tahu sudah sampai mana tahapannya sekarang, dan kalaupun ada warga tanya ke saya, ya saya suruh tanyain langsung ke panitianya,” katanya kepada Radar Bekasi, Rabu (26/2).

Hal senada juga disampaikan warga Perumahan Citra, Desa Mangunjaya, Wahab Firmansyah. ”Saya tahu kalau bakal ada pilkades di sini, tapi informasi itu saya peroleh dari medsos (media sosial) bukan lewat sosialisasi dari para panitia. Dan soal tahapannya sekarang aja kita nggak tahu udah dimana,” jelas bapak dua anak tersebut.

Terlepas ada atau tidaknya sosialisasi, Wahab mengaku tak tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam pilkades sejak memiliki hak pilih. Pasalnya, dia merasa tidak mengenal dan tidak mengetahui visi dan misi calon kades setempat.

”Beda kalau Pilpres (Pemilihan Presiden), biar calon nggak kenal kita banyak dapat informasi dan sosialisasi jauh dari sebelum pelaksanaan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD) Kabupaten Bekasi, Enop Can menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan seluruh panitia pilkades untuk sosialisasikan Pilkades serentak dari sejak awal mereka dibentuk.

”Kita dari awal mereka dibentuk oleh BPD di masing-masing desa itu, sudah perintahkan agar mereka segera sosialisasi kepada masyarakat terkait penyelenggaraan Pilkades serentak 2020, tujuannya ya agar kegiatan ini berlangsung dengan partisipasi tinggi dari warganya,” ujar Enop dihubungi via telepon.

Lebih jauh, dia menyebut, adapun sampai saat ini tahapan Pilkades serentak 2020 telah memasuki tahapan penyerahan proposal Rancangan Anggaran Belanja (RAB) dari panitia kepada camat yang diamanatkan bupati untuk mengoreksi dan menyetujuinya.

Akan tetapi, dari data yang diterimanya, baru ada satu desa dari 16 desa yang mengajukan proposal RAB.

”Setahu saya sekarang ini baru cuma satu desa yang menyerahkan, yakni dari Jayamukti. Jadi, untuk yang lain kita tidak tahu. Yang jelas kalaupun ini jadi alasan panitia tak sosialisasi ke warga karena belum punya honor lucu, karena untuk pencairan itu juga kan tergantung dari mereka, sedangkan sekarang saja baru ada satu yang menyerahkan proposal RAB,” tegasnya. (cr49)

Related Articles

Back to top button