Cikarang

Masuk Zona Merah, Warga Tamsel Panik

LAKUKAN PENYEMPROTAN: Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan disinfektan di Perumahan Graha Taman Kebayoran, Desa Setiamekar, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Penyemprotan di pemukiman penduduk dilakukan untuk mensterilisasi lingkungan dan mencegah penyebaran Covid-19. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dengan ditepakan-nya Kabupaten Bekasi sebagai zona merah dalam penyebaran Virus Corona (Covid-19), warga yang tinggal di Kecamatan Tambun Selatan (Tamsel) mulai panik, sehingga takut untuk keluar rumah.

Ketua Rw 013, Desa Setiamekar, Wajiman mengatakan, sejauh ini di wilayahnya tidak ada warga yang ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Paisen Dalam Pengawasan (PDP). Meski demikian, dia mengaku, warganya mulai panik dengan kondisi seperti sekarang (zona merah,Red)

“Memang untuk di wilayah kami tidak ada OPD maupun PDP Covid-19. Tapi karena sudah masuk dalam zona merah, warga lebih berhati-hati, mau keluar rumah juga takut,” katanya saat dihubungi Radar Bekasi, Rabu (1/4).

Dijelaskan Wajiman, wilayahnya sudah dilakukan penyemprotan disinfektan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi. Khususnya di Perumahan Graha Taman Kebayoran. Ia berharap, dengan sudah dilakukan-nya penyemprotan, kepanikan warga berkurang.

“Dengan adanya penyemprotan disinfektan dari pohak Damkar, warga sangat senang. Mudah-mudahan lingkungan  kami terbebas dari wabah Covid-19,” harapnya.

Lanjut wajiman, beberapa upaya sudah dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah-nya. Salah satunya dengan menyiapkan tempat mencuci tangan di pintu masuk perumahaan, dan melarang orang luar perumahaan masuk.

“Untuk di pintu masuk telah disiapkan tempat untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan senitaizer. Dan bagi ojek daring (online) maupun pengantar paket dan sebagainya, kami siapkan tempat khusus penitipan barang di depan pintu masuk. Jadi nanti warga yang keluar untuk mengambil pesanan,” terangnya.

Sementara itu, Camat Tambun Selatan, Juanepi menambahkan, sejuah ini pihaknya sudah membentuk gugus tugas tingkat kecamatan, desa, sampai Rt, Rw. Dimana gugus tugas ini dibentuk untuk mengawasi warga-nya, terutama desa yang sudah ada ODP maupun PDP.

Bahkan, untuk gugus tugas ditingkat Rt/Rw membuat grup Whatsapp yang di dalamnya warga yang ditetapkan sebagai ODP. Diharapkan, melalui grup tersebut bisa memantau apa saja yang dilakukan ODP selama masa isolasi.

“Jadi gugus tugas ini yang akan mengontrol warga, terutama gugus tugas ditingkat Rt/Rw. Perkembangan warga selalu dipantau, khususnya yang ODP,” tegas Junaepi.

Mantan Camat Muaragembong ini menambahkan, beberapa upaya lain sudah dilakukan dalam mengantisipasi penanganan Covid-19 di wilayah-nya. Salah satunya melakukan penyemprotan menggunakan disinfektan ke setiap wilayah.

“Kami juga sudah melakukan penyemparotan disinfektan ke berbagai wilayah. Mudah-mudahan wabah virus korona ini secepatnya hilang,” harap Junepi. (pra)

Related Articles

Back to top button