Berita UtamaPendidikan

Tak Semua Metode Pembelajaran Digunakan

Radarbekasi.id – Metode pembelajaran selama kegiatan belajar mengajar dari rumah selama pandemi Covid-19, kian beragam. Selain melalui daring dan televisi, kini radio swasta.

Namun, tak semua metode pembelajaran itu digunakan oleh guru di Kota Bekasi. Alasannya, dikhawatirkan akan membebani siswa dalam belajar dari rumah.

Guru SDN Jatiasih X Kota Bekasi, Hani mengaku, tak semua metode pembelajaran digunakan dalam mengajar. “Saya tidak menggunakan semua metode pembelajaran, karena jika dipakai semua maka saya ataupun siswa tidak fokus terhadap materi yang dibahas,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (20/4).

Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah, lanjut dia, Hani menggunakan metode pembelajaran daring serta televisi yang diarahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Saya memilih 2 metode pembelajaran yang sekiranya tidak membebankan siswa ataupun orang tua siswa,” imbuhnya.

Pasalnya siswa tak hanya mendapatkan tugas dari satu guru bidang studi. Oleh karena itu, dia kembali menegaskan jika semua metode pembelajaran digunakan akan membenani siswa. Saat ini saja sudah banyak keluhan dari orang tua siswa.

“Sudah banyak menerima keluhan dan juga kendala dari masing-masing orang tua,” tukasnya.

Senada, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SMPN 29 Kota Bekasi Nining mengungkapkan, bahwa jika semua metode pembelajaran harus digunakan dapat membebani siswa serta merepotkan orang tua. Sebab, dengan metode pembelajaran daring saja sudah banyak keluhan dari orang tua siswa.

“Cukup membuat orang tua siswa repot dalam mengawasi anaknya dan siswanya juga dikhawatirkan tidak fokus dalam materi yang dibahas. Karena semua ini sifatnya bukan tatap muka melainkan hanya menyimak dan mendalami saja,” tuturnya.

Menurut Nining, metode pembelajaran yang dipilih oleh guru paling efektif digunakan selama pembelajaran dari rumah. Sebab, guru lebih memahami karakter siswa serta cara belajarnya.

“Lebih baik menggunakan salah satu metode pembelajaran. Kalau dipakai semua siswa akan merasa bingung dan tidak fokus kepada materi yang disampaikan,” ujarnya. (dew)

Related Articles

Back to top button