Bekasi

Resepsi Pernikahan Drive Thru di Bekasi

Undangan Mengucapkan Selamat dari Dalam Mobil

SAPA TAMU : Pasangan mempelai menyapa tamu undangan pada acara resepsi pernikahan secara drive thru di kawasan Pasar Modern Bekasi Town Square (Betos) Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi, Sabtu (8/8). Resepsi pernikahan secara drive thru ini menjadi alternatif pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus Corona. RAIZA SEPTIANTO/ RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Resepsi pernikahan pasangan pengantin Yunita dan Karim berbeda dengan umumnya. Tidak ada salam tempel dan kontak langsung dengan ribuan tamu undangan yang hadir, apalagi berfoto bersama dengan jarak dekat seperti yang dilalui oleh raja dan ratu sehari pada umumnya. Prosesi pernikahan menggunakan konsep drive thru ini yang pertama dilakukan di Kota Bekasi.

Laporan : Surya Bagus

BEKASI TIMUR

Sabtu (8/8) kemarin, merupakan hari bahagia bagi pasangan Yunita dan Karim. Pada tanggal cantik tersebut, mereka menjadi ratu dan raja sehari. Ya, mereka melangsungkan resepsi pernikahan setelah sebelumnya saling mengenal satu sama lain beberapa tahun.

Karena kondisi pandemi saat ini, pasangan tersebut sepakat melangsungkan resepsi dengan konsep drive thru. Konsep ini layaknya pelayananan mandiri yang diterapkan oleh perusahaan. Pasangan pengantin ini telah mengucap dan mengikat janji suci pada 20 Juli 2020 silam. Konsep resepsi akhirnya disepakati bersama dengan keluarga di era new normal.

Karim menyadari resepsi pernikahannya kali ini berbeda dengan resepsi pernikahan pada umumnya. Ia dan istri harus menjaga jarak dengan tamu undangan yang hadir. Bahkan, tamu undangan tidak diperkenankan untuk turun dari mobil dan bersentuhan langsung dengan mempelai. Sedih dan bahagia dipadukan oleh Covid-19.

“Sebenarnya kita merasa sedih juga karena kan kita tidak bisa bercampur dekat banget dengan keluarga. Tapi mau gimana lagi karena dengan kondisi ya pandemi seperti ini makanya ya bahagia bercampur dengan duka,” katanya.

Ia mengaku sedih melihat situasi yang terjadi di Indonesia dalam rundungan Covid-19, situasi ini sontak merubah budaya yang berlangsung sepanjang sejarah masyarakat. Yang terpenting bagi kedua mempelai, hari bahagia mereka bisa dilangsungkan, tetap dengan mentaati protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah.

Di tengah kelebihan dan kekurangan dalam resepsi pernikahannya, Karim mewakili keluarga dan istrinya hanya mampu meminta maaf kepada 1.300 tamu undangan yang hadir pada hari bahagianya tersebut.

“Nah karena pandemi ini lah kita mengkolaborasikan moment pernikahan kami dengan kondisi yang ada,” tukasnya.

Tamu undangan yang hadir rasanya sepakat dengan konsep resepsi tidak biasa ini, mereka tidak diperkenankan untuk turun dari kendaraan. Pernikahan dengan konsep drive thru ini dilaksanakan di tanah lapang, berada di kawasan Pasar Modern Bekasi Town Square (Betos) Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi.

Setibanya di lokasi, tamu undangan diarahkan menuju gate pertama untuk mengisi daftar hadir dan memberikan kado atau amplop bagi mempelai. Pada acara resepsi pernikahan konvensional, gate ini merupakan pintu masuk, dijaga oleh pager ayu untuk menyambut tamu undangan.

Jika pada kegiatan resepsi pernikahan konvensional tamu undangan mengisi sendiri nama pada daftar hadir, pada konsep drive thru ini mereka hanya duduk diatas kendaraan dan menyebutkan nama serta memberikan kado untuk mempelai.

Setelah gate pertama, tamu undangan dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya menuju gate berikutnya. Gate ini berisi hiburan musik selayaknya pada kegiatan resepsi pernikahan konvensional, di gate ini tamu undangan hanya melintasi gate berisi hiburan ini dengan tetap berada diatas kendaraan.

Setelah itu, tamu undangan tiba di gate kaluarga mempelai, hanya melintas melihat keluarga mempelai yang hadir untuk membantu resepsi pernikahan. Setelah melalui tiga gate sejak tiba di lokasi resepsi pernikahan, tiba di gate mempelai pengantin. Tetap berada diatas kendaraan, mereka memberikan selamat kepada kedua pengantin dan orang tua. Mereka hanya diperkenankan untuk membuka jendela kendaraan dan tidak diperkenankan untuk bersentuhan dengan mempelai maupun orangtua.

Gate terakhir, tamu undangan diberikan jamuan hidangan yang telah dikemas di dalam box. Jamuan yang telah diterima dipersilahkan untuk dibawa oleh tamu undangan tanpa harus menyantapnya di lokasi resepsi.

Resepsi pernikahan dengan konsep drive thru ini disebut memerlukan budget ekonomis dibandingkan dengan resepsi pernikahan konvensional. Biaya yang perlu dipersiapkan untuk menggelar resepsi pernikahan unik ini berkisar diangka Rp 100 juta untuk undangan dibawah 1.000, hingga Rp150 juta untuk jumlah tamu undangan diatas 1.300. Dibandingkan dengan resepsi pernikahan konvensional, untuk jumlah tamu undangan 1.300 membutuhkan budget ekonomis Rp300 juta hingga Rp400 juta.

“Kalau untuk budget sendiri jelas, untuk Drive thru wedding ini lebih murah ya. Karena apa, yang pertama untuk makanan dia modelnya di bungkus tidak perlu ada waiters, tidak perlu ada tempat yang luas (untuk jamuan makan),” kata pemilik wedding organizer, Khais Akbar.

Untuk memfasilitasi 1.300 tamu undangan, kehadiran tamu undangan dibagi dalam dua sesi waktu yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya penumpukan tamu undangan sehingga tidak menimbulkan antrian panjang. Resepsi pernikahan dijadwalkan berlangsung mula pukul 11.00 WIB – 17.00 WIB.

Khais mengakui, awalnya kedua mempelai keberatan dengan konsep drive thru ini, lantaran resepsi pernikahan dianggap sebagai ajang untuk berkumpulnya keluarga, sanak saudara, hingga teman.

“Sebenarnya mempelai awalnya pas kita jelaskan konsep seperti ini dia agak keberatan, karena menurut dia itu yang namanya pernikahan itu adalah ajang berkumpul,” tukasnya.

Melihat respon kedua mempelai, Khais menyiapkan konsep wedding new normal lainnya, tidak berbeda jauh dengan konsep wedding new normal yang dilakukan oleh perusahaan jasa wedding lainnya. Umumnya dilaksanakan di gedung pertemuan atau hotel.(sur)

Related Articles

Back to top button