BekasiOlahraga

Pantau Perkembangan Atlet

RENANG INDAH: Sejumlah altet renang indah berlatih di Aquatic Center, Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, belum lama ini.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menjelang tahapan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2021 mendatang, penentuan atlet yang akan diterjunkan pada olahraga multi event empat tahunan mulai dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Umum KONI Kabupaten Bekasi, Abdul Halim mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mematangkan tahapan pemantauan perkembangan atlet. Bisa dipastikan, tahapan verifikasi akan kembali digulirkan dalam waktu dekat.

”Sejauh ini kami terus pantau perkembangan atlet juga potensi pada masingmasing cabang olahraga. Kami sudah cukup yakin atlet-atlet Kabupaten Bekasi, memiliki potensi besar untuk merebut juara di Porda Jawa Barat nanti,” ujarnya.

Selektif dalam menentukan atlet menjadi fokus utama. Dimana, kata dia, tidak semua atlet terbaik di klub bisa lolos verifikasi cabor. Juga, belum tentu atlet terbaik di cabor bisa lolos di verifikasi KONI.

Halim menegaskan, bahwa saat ini KONI sudah memiliki ukuran agar satu atlet bisa meraih prestasi pada Porda 2022. KONI sendiri, kata dia, tidak bisa serta- merta memilih atlet bila potensi yang dimiliki sulit untuk melampaui atlet yang akan menjadi lawan di Porda nanti.

”Tahapannya, melalui serangkaian verifikasi. Proses itu, akan dilakukan hingga tiga sampai empat kali. Kemudian, atlet yang lolos disini tentunya akan dipersiapkan menuju BK Porda,” bebernya.

Dilain tempat, Ketua Binpres KONI Kabupaten Bekasi, Berdje Rumagit mengakui, bahwa saat ini persaingan ketat perebutan juara masihdengan Kota Bandung.

”Tren saat ini, Kabupaten Bekasi masih bersaing dengan Kota Bandung dan di bawahnya ada KBB (Kabupaten Bandung Barat), Kota Bekasi, dan Kota Bogor. Tapi, kita tetap mencari formula agar persaingan itu bisa kita menangkan,” bebernya.

Ia menambahkan, di tengah proses pembinaan, KONI memiliki kebijakan yang mampu meningkatkan persiapan atlet. Misalnya, dengan lancarnya uang pembinaan dan intensitas latihan yang terukur.

”Dari dua poin itu saja, kita bisa melihat perkembangan atlet di Jawa Barat. Selebihnya, di olahraga terukur, misalnya atletik. Sudah lahir sejumlah atlet ang memiliki level nasional. Lalu di renang, dan da beberapa cabor lainnya,” tukasnya. (adv/ an)

Close