Berita UtamaPendidikan

Pembuatan Soal Diserahkan ke Sekolah

BUAT SOAL: Bendahara KKG Gugus III Erna Lisa melakukan proses pembuatan soal PAS. istimewa

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembuatan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun ajaran 2020/2021 tingkat SD diserahkan ke masing-masing sekolah. Kelompok Kerja Guru (KKG) tak melakukan pembahasan terlebih dahulu saat ini karena situasi pandemi Covid-19.

Bendahara KKG Gugus III Erna Lisa mengungkapkan, pembuatan soal ujian dilakukan oleh masing-masing guru di sekolah tanpa adanya pembahasan oleh KKG. Namun demikian, KKG tetap mengingatkan agar pembuatan soal disesuaikan dengan subtema masing-masing kelas.

“Kegiatan KKG dalam pembuatan soal saat ini tidak dilakukan dahulu karena masih pandemi. Jadi pembuatan soal diserahkan oleh masing-masing sekolah,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (29/11).

Ia menjelaskan, terdapat beberapa tahapan dalam penyusunan soal tematik. Antara lain, pemetaan kompetisi dasar, pembuatan kisi-kisi dan pembuatan soal.

“Tidak sembarangan dalam pembuatan soal, harus ada pemetaan kompetisi dasar. Pembuatan kisi-kisi, baru dibuat soalnya,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini para guru di masing-masing sekolah sedang dalam proses penyusunan soal. Ia memastikan, soal akan siap digunakan saat PAS berlangsung mulai 7-11 Desember 2020.

“Ada yang sedang proses pemetaan KD, ada juga yang sudah buat soal. Insya allah sudah selesai,” katanya.

Dikatakannya, guru terlebih dahulu telah menerima sosialisasi. Oleh karena itu, dirinya memastikan tak ada kendala apapun dalam penyusunan soal tersebut.

“Sudah ada sosialisasinya, jadi gak susah untuk pembuatan soal. Kita sudah tahu langkah-langkah pembuatan soalnya,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Jatiasih Sugeng Susanto mengatakan, terdapat tim khusus yang merencanakan penyusunan soal.

“Ada tim khusus per gugus atau per kelurahan yang akan berdiskusi dalam pembuatan soal PTS ataupun PAS,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk tingkat Kecamatan Jatiasih terdapat 6 gugus yang dibagi per kelurahan. Setiap gugus terdapat Kelompok Kerja Guru (KKG) yang bisa melakukan pembahasan soal agar tak ada perbedaaan.

“Ini dilakukan untuk menyeragamkan soal saja. Jadi setiap gugus bisa melakukan pembahasan soal bersama-sama,” pungkasnya. (dew) 

Related Articles

Back to top button