Berita UtamaPolitik

PDIP Tertantang, Demokrat-PSI Bersyukur

Survei Elektabilitas Partai Y-Publica

PDIP
ILUSTRASI : Sejumlah pengurus DPC PDIP Kota Bekasi saat mengikuti rapat, belum lama ini. DPC PDIP Kota Bekasi tertantang untuk menaikan elektabilitas partai.HARI FAUZAN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bekasi, merasa tertantang untuk meningkatkan elektabilitas partai lebih baik lagi. Hal ini setelah hasil survei Y-Publica menunjukkan dalam empat bulan terakhir, elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) menurun. Sementara, elektabilitas Demokrat dan PSI justru naik.

“Dengan pergerakan hasil survei saat ini menjadi tantangan buat partai agar lebih bekerja keras dalam kerja-kerja organisasi dan kerja di masyarakat,”kata wakil bidang politik DPC PDIP Kota Bekasi, Heri Purnomo.

Menurutnya, satu lembaga survey tidak bisa dijadikan acuan untuk mengukur elektabilitas partai berlambang kepala banteng moncong putih ini. Buktinya, hasil sejumlah lembaga survey lainnya elektabilitas PDIP masih tinggi.

Sementara itu, ketua DPC Demokrat Kota Bekasi Rony Hermawan mengaku bersyukur partainya masih mendapat kerpercayaan masyarakat dengan naiknya elektabilitas partai,” Semoga terus naik dan mendapatkan kepercayaan masyarakat khususnya di kota Bekasi,”tegasnya.

Senada disampaikan ketua DPD PDI Kota Bekasi, Tanti Hera Wati . Dia mengaku kepercayaan masyarakat ini akan tetap dijaga hingga Pemilu 2024 mendatang,” Kami bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi masyarakat pada kerja-kerja yang dilakukan PSI selama ini. Secara umum sejak tahun lalu memang ada tren kenaikan elektabilitas PSI sehingga kami yakin di 2024 partai kami akan mendapat dukungan yang cukup untuk menembus parliamentary threshold dan masuk ke DPR-RI.”paparnya.

Saat ini selain membangun struktur partai hingga ke tingkat RT dan RW, pihaknya juga terus membangun komunikasi dengan masyarakat,”Kami berusaha untuk dapat terus bekerja untuk masyarakat. Karena untuk PSI, kerja untuk rakyat tidak hanya dilakukan menjelang Pemilu saja.”imbuhnya.

Sekedar diketahui, Y-Publica merilis hasil survey yang dilakukan selama empat bulan terakhir,”Elektabilitas PDIP sebagai partai berkuasa menurun, sedangkan Demokrat sebagai oposisi melesat, dibayangi oleh PSI di papan tengah,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (24/2).

Rudi mengatakan, pada survei yang dilakukan pada Maret hingga Oktober 2020 tahun lalu, PDIP jauh memimpin dengan elektabilitas di kisaran 30 persen. Namun, angka itu kini turun jauh menjadi 23,4 persen.

Demokrat yang sebelumnya di kisaran 3 persen, kini melejit menjadi 7,2 persen.Di tengah wacana kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadi 5 persen, PSI berhasil mengamankan posisi dengan kenaikan elektabilitas dari kisaran 2 hingga 4 persen menjadi 5,1 persen.

Menurut Rudi, tantangan berat sedang dihadapi oleh PDIP yang kini memimpin koalisi pemerintahan Jokowi periode kedua. “Badai korupsi yang melanda menteri dan sejumlah tokoh dari PDIP menjadi ujian serius bagi partai berkuasa tersebut,” kata Rudi.

Keberhasilan PDIP memenangkan pemilu dua kali berturut-turut memang memantapkan posisi sebagai partai terbesar.Bahkan, diyakini PDIP bisa mencetak rekor menang tiga periode pada Pemilu 2024 mendatang.

“Tetapi melesatnya elektabilitas partai oposisi, dalam hal ini diwakili Demokrat, bisa menyulitkan langkah PDIP pada 2024, sehingga tidak akan berjalan mulus, bahkan mungkin PDIP harus melalui jalan terjal dan berdarah-darah,” ujar Rudi.

Tidak heran, berbagai cara dilakukan PDIP, dari mengusulkan kenaikan PT hingga mengundurkan jadwal Pilkada 2022 serta mempertahankan presidential threshold.“Jika Demokrat bisa memimpin oposisi, tidak tertutup kemungkinan strategi PDIP bisa buyar,” jelasnya.

Survei Y-Publica dilakukan pada 5-15 Februari 2021 terhadap 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error sekitar 2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. (mhf/jpc)

Related Articles

Back to top button