BekasiBerita UtamaMetropolis

Warga Kampung Tangguh Diminta Terapkan AKB

PENUHI PANGGILAN: Lurah Pekayonjaya (RJ) memenuhi panggilan Komisi I DPRD Kota Bekasi mempertanyakan Laporan ER (25) ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan pelecehan. AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional, meninjau program kampung tangguh untuk pencegahan Covid-19 di Desa Mangunharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (8/3).

Kedatangan para satgas tersebut memberi pembinaan serta mengajak masyarakat hingga di permukiman untuk terbiasa pada pola hidup dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), yakni mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Kepala Subbid Tracing Satgas Penanganan Covid 19 Nasional, R. Koesmedi Priharto, menyampaikan, kegiatan ini sebagai upaya pembinaan Kampung Tangguh Jaya oleh Satgas Covid-19 Nasional, sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat.

“Tujuan-nya untuk memberdayakan masyarakat, bagaimana mengatasi Covid-19 bersama-sama melalui prosedur gotong royong dengan melibatkan masyarakat yang ada di wilayah-wilayah tersebut,” ucapnya di lokasi Kampung Tangguh Jaya, Desa Wangunharja.

Koesmedi mengungkapkan, keberadaan Kampung Tangguh Jaya ini, diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkan akibat Covid-19 dengan baik.

Selain itu, juga bisa membangun budaya masyarakat agar terbiasa hidup dengan Covid-19.

“Pembinaan selama satu pekan terus dilakukan secara berkala, dan nantinya diharapkan dapat menyelesaikan lebih baik Covid-19,” bebernya.

Dia juga mengimbau, masyarakat harus sudah membiasakan diri hidup bersama Covid-19, karena belum tahu sampai kapan akan berakhir.

Sementara itu, Asda I Setda Pemkab Bekasi, Yana Suyatna menjelaskan, untuk evaluasi dari program yang diinisiasi dari Polda Metro Jaya ini sudah berjalan cukup baik. Kriteria baik yang dimaksud, adalah masyatakat mulai terbiasa dengan hidu AKB, termasuk menerapkan protokol kesehatan.

Hanya saja, Yana merasa prihatin, pedagang dan warga yang berkunjung ke pasar tradisional, acap kali yang mengabaikan prokes.

“Memang untuk di pasar tradisional, perlu ada evaluasi, karena di lingkungan masyarakat sudah mulai membaik, dan terbiasa menggunakan masker,” terangnya.

Di tempat sama, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan mengakui, Kampung Tanggung Jaya ini sebenarnya sudah dibangun di 88 titik wilayah, dengan kasus penyebaran tinggi Covid-19, hanya saja dibutuhkan lebih banyak lagi kampung-kampung serupa, agar penanganan bisa berjalan lebih maksimal.

“Data kasus Covid-19 selalu bergerak naik turun, jadi kami harus ada langkah antisipasi, agar selalu siap jika ada penambahan kasus mendadak. Pernah ada satu keluarga sampai menularkan tujuh orang, tapi sekarang sudah sembuh semua,” terangnya.

Selain upaya menekan kasus penyebaran Covid-19 melalui 3M, keberadaan kampung ini juga bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, keamanan, serta meningkatkan upaya pencegahan atau penanganan terhadap bencana.

“Jadi, output kampung ini luas, karena selain pencegahan Covid-19, sekaligus bagian dari ikhtiar pemulihan ekonomi di masa pandemi melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk upaya peningkatan Kamtibmas dan kesiapsiagaan warga mengantisipasi bencana,” tandas Hendra. (and)

Related Articles

Back to top button