Berita UtamaPendidikan

840 Mahasiswa Daftar Program Bantuan

Verifikasi dan Validasi Ditarget Selesai Oktober

ILUSTRASI: Sejumlah mahasiswa UNKRIS saat menunggu proses vaksinasi. Sejumlah 840 mahasiswa di Kota Bekasi mendaftar program bantuan untuk biaya kuliah dari pemerintah setempat. ISTIMEW

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah 840 mahasiswa di Kota Bekasi mendaftar program bantuan biaya kuliah dari pemerintah setempat. Data tersebut diperoleh dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV.

Diketahui, Pemerintah Kota Bekasi menganggarkan program bantuan mahasiswa sebesar Rp4 miliar untuk 1.774 penerima. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp2,3 juta untuk biaya kuliah.

Sejak minggu lalu, Dinas Sosial (Dinsos), dibantu Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), dan APTISI, sedang melakukan verifikasi dan validasi data mahasiswa calon penerima bantuan tersebut.

“Saat ini APTISI bersama dengan ADI membantu proses verifikasi yang dilakukan oleh Dinsos,” ujar Wawan kepada Radar Bekasi, Selasa (21/9).

Proses tersebut juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk membantu sinkronisasi antara KTP dan KK yang dimiliki mahasiswa.

“Kita dibantu juga dengan Disdukcapil, karena antara KTP dan KK harus sinkron. Jangan sampai ada mahasiswa yang letaknya di luar Kota Bekasi, sebab bantuan hanya diberikan bagi mahasiswa yang berdomisili Kota Bekasi,” jelasnya.

Proses verifikasi dan validasi ditargetkan selesai pada awal bulan depan. Dengan demikian, proses pencairan bantuan dapat mulai dilakukan pada pertengahan Oktober 2021.

“Dinsos, APTISI, dan ADI menargetkan proses verifikasi dan validasi selesai pada (awal,Red) Oktober 2021. Sehingga bisa cair pada pertengahan Oktober,” tuturnya.

Setelah proses itu selesai, jelas dia, perguruan tinggi dari penerima bantuan harus memberikan surat pernyataan mutlak bahwa memang mahasiswa terus layak untuk dibantu. Menurut Wawan, proses program bantuan kali ini dilaksanakan lebih cepat dibandingkan tahun lalu

“Untuk tahun ini memang cepat karena kan mekanisme alurnya sudah bisa dilihat pada program dulu, jadi tinggal ngejalanin aja. Kalo awal kan teknis dan alurnya masih dirundingkan dulu, jadi prosesnya lama,” pungkasnya.

Sementara, Rektor Universitas Bina Insani Kota Bekasi Indra Muis menyampaikan, program ini sangat membantu meringankan biaya kuliah mahasiswa. Pada tahun ini, pihaknya mengajukan 250 mahasiswa sebagai calon penerima bantuan.

“Kami sudah mengajukan, tinggal menunggu hasil verifikasi dan validasinya,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Back to top button