Mengenal Lebih Dekat Politisi Berkarya Rafael Widigda

Rafael Widigda
Rafael Widigda

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wakil ketua Bidang Kehutanan, Agraria, Lingkungan Hidup, Transmigrasi, Perkebunan, Pertanian,  kelautan dan perikanan DPD Berkarya Kota Bekasi Rafael Widigda, merupakan seorang pendatang baru di kancah perpolitikan Kota Bekasi. Namun, sebelumnya sia sudah lama sebagai pemerhati politik.

Saat ditemui di Kantor DPD Partai Berkarya Kota Bekasi, pria asal Semarang mengakui, sudah lama tertarik dengan dunia politik. Hanya saja, selama ini hanya sebagai pemerhati, namun kini dia memberanikan diri untuk terjun langsung dalam dunia politik.


Dia menceritakan, pasca lulus di SMA Negeri 1 tahun 1991 dirinya memilih mengikuti seleksi untuk bisa menjadi pilot di Politeknik Penerbangan Indonesia, Curug, Tangerang. Alhasil, dirinya sukses meraih cita-citanya dan bekerja di PT Garuda Indonesia selama 2 tahun.

“Jadi, saya nggak pernah berpikir buat terjun ke politik, karena sejak lulus sekolah itu saya ikut seleksi dan masuk sekolah penerbangan Curug dan dua tahun kerja jadi pilot, setelah itu ditawarin sekolah untuk bisa terbangkan kapal yang levelnya lebih tinggi nggak saya ambil tuh ke Belanda. Waktu itu saya pilih kuliah lagi di ISTN bidang teknik kontruksi, pas lulus saya kerja di beberapa perusahaan swasta hingga sampai ke PT Freeport juga selama 10 tahun hingga tahun 2015,” tutur Widigda.


“Dan setelah berhenti dari Freeport itu, saya sempat buka usaha Cafe cuma 2 tahun. Akhirnya, saya bikin perusahaan konsultan di bidang desain konstruksi bangunan gedung. Jadi, dari mulai nol sampai berdiri ya masih di bidang teknis konstruksi juga, sesuai dari ilmu yang saya miliki lah karena perusahaan di tiga tempat saya bekerja pun di bidang itu juga,” sambungnya mengisahkan masa lalu.

Setelah mendedikasikan diri sesuai bidang dan keahlian sebagai lulusan sarjana teknik konstruksi, bapak tiga anak ini pun akhirnya bertemu dengan Ketua DPD Partai Berkarya, dan ditawari untuk bergabung terjun ke dunia politik dibawah naungan partai yang didirikan oleh anak dari penguasa Orde Baru Soeharto, yakni Hutama Mandala Putra alias Tommy.

“Ini pertama kali saya terjun ke dunia politik. Saya berminat masuk politik dengan motivasi untuk mengubah mindset atau pola pikir tersebut, dimana saya ingin berpolitik yang cara baik dan elegan tak menghalalkan berbagai cara,” ucapnya.

Sarjana Teknik konstruksi lulusan ISTN tahun 2000 ini menilai sebagian masyarakat memandang jika politik itu sesuatu yang menghalalkan segala cara untuk menang, sehingga banyak orang mengatakan politik itu kotor. “Nah, saya nggak mau seperti itu. Saya mau bisa berpolitik itu dengan cara yang baik, memang berat tapi saya harus bisa dan itu sudah saya jalankan,” terangnya.

Dirinya mengaku, politik yang sesuai dengan definisinya itu saat ini sudah diterapkan pada anak buahnya di tingkat DPC partai sampai di tingkat bawahnya dengan berusaha untuk terus memotivasi, bahwa berpolitik tak selalu bicara materi, tapi dengan keikhlasan untuk niat yang baik. Dirinya menyebut, kalau misalkan di tahun 2024 nanti mencalonkan diri sebagai caleg dan duduk di parlemen itu, tentu berbagai program pun telah disiapkan.

“Meski baru sendiri mengenal politik, berbagai program untuk memberikan yang terbaik itu pastinya sudah saya siapkan. Filosofi saya gini, kalau kita punya selang nah terus diisi air mungkin nggak air akan kering. Maksudnya, kalau saya maju di bawah saya itu juga harus maju tak boleh sengsara. Yang penting kan konsisten dan komitmen, karena semua harus saling mengisi,” imbuhnya.

Widigda menegaskan, pilihan untuk terjun ke politik bersama Partai Berkarya ini, karena dirinya ingin berusaha dan berjuang membesarkan partai. Intinya, dia ingin partai yang dipilihnya besar dengan cara yang baik dan elegan. Dan hal ini pun sudah dirasakan olehnya, karena segala sesuatu yang partai lakukan ini terlaksana dari keikhlasan melalui kocek pribadi. Artinya, seluruh kader partai di internal melakukan kerja-kerjanya itu secara gotong-royong dari apa yang dimilikinya.

“Ini yang membuat saya senang berada di partai Berkarya, karena orang-orangnya itu ikhlas dan mau mengeluarkan dana pribadi buat setiap kegiatan partai, tentunya supaya bisa membantu rakyat. Dan kalaupun orang yang tidak ikhlas dan berani mengeluarkan dana pribadi pastinya sudah mental atau tak ada lagi di partai kami,” tandasnya. (mhf/pms)