Pengumpulan Zakat ASN Meningkat

SIMBOLIS: Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi ketika menyalurkan zakat dari Baznas Kota Bekasi. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN- Enam bulan terakhir pengumpulan uang zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bekasi dilaporkan naik ratusan juta. Pengumpulan dan penyaluran zakat ini akan lebih digenjot sehingga menyentuh lebih banyak mustahik atau masyarakat yang berhak menerima zakat di Kota Bekasi.

 


Hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi, Ismail Hasyim pada penyaluran uang zakat senilai Rp1,846 miliar. Uang zakat tersebut disalurkan untuk program renovasi 56 musala di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN), renovasi 40 masjid atau musala di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), serta renovasi 14 musala di lingkungan kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

 


Selain renovasi tempat ibadah, zakat juga disalurkan dalam bentuk program bantuan 12 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), 56 paket alat kebersihan masjid, dan bantuan kepada 240 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis masjid.

 

“Di setengah tahun 2021 alhamdulillah pengumpulan zakat dari ASN Pemkot Bekasi meningkat, dari yang sebelumnya per bulan rata-rata Rp800 sampai Rp900 juta, menjadi Rp1,4 sampai Rp 1,5 miliar per bulan. Kenaikannya fluktuatif, dari Agustus ke September misalnya, naik 67,96 persen,” paparnya pada penyaluran zakat di aula kantor Baznas Kota Bekasi, Senin (8/11).

 

Tahun 2022 mendatang, pengumpulan dan penyaluran zakat ditarget berjalan lebih masif sehingga berdaya guna dan menyentuh lebih banyak mustahik di Kota Bekasi. Uang zakat disalurkan melalui Bank BTN Syariah guna membangun transparansi dan akuntabilitas pengelolaan uang zakat.

 

Dalam penyalurannya, Baznas Kota Bekasi telah menerapkan prosedur ketat bagi penerimanya, termasuk 109 penerima zakat kemarin. Penerima manfaat telah melalui prosedur survei kelayakan hingga telaah kelengkapan berkas.

 

“Dengan penghimpunan yang meningkat dan manajemen pengelolaan zakat yang semakin baik dan bertanggung jawab, Insya Allah visi menjadi lembaga pengelola zakat terbaik dan terpercaya di Jawa Barat akan dapat kita capai bersama,” tugasnya.

 

Di tempat yang sama, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan bahwa diperlukan terobosan strategi penghimpunan uang zakat tahun 2022 mendatang, hal ini juga perlu dilakukan dalam penghimpunan infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya.

 

“Sinergi kelembagaan harus dilakukan, karena tidak mungkin hanya mengandalkan zakat profesi dari ASN saja. Kalau BTN Syariah saja bisa, kenapa bank-bank atau institusi swasta lainnya tidak,” ungkapnya. (sur)