Awas Kecurangan Seleksi Akhir

ILUSTRASI: Sejumlah CPNS yang lulus pada seleksi 2019 lalu ketika menerima SK di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi. DOK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN –  Sebanyak 553 dari 3.730 pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus seleksi administrasi, berhak ikut tahapan seleksi akhir sebelum diusulkan Nomor Induk Pegawai (NIP)nya. Panitia Seleksi Daerah (Panselda) CPNS Kota Bekasi tidak menerima laporan dugaan kecurangan pada pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) seperti yang terjadi di beberapa daerah, panitia mewanti-wanti kemungkinan tindak kecurangan terjadi pada pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang akan dilaksanakan November hingga Desember mendatang.

 


Total 232 formasi yang disetujui oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) pada penerimaan CPNS tahun ini. Seleksi administrasi dan kompetensi dasar telah dilakukan dengan total peserta 3.730, dari ribuan peserta tersebut, 463 peserta tidak hadir di lokasi tes.

 


Kali ini, peserta yang dinyatakan berhak mengikuti SKD bisa memilih lokasi tes terdekat di wilayah domisili peserta, ada 20 lokasi terdata sebagai lokasi tes pelamar CPNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

 

Kasubid Pengadaan, Mutasi, dan Pemberhentian Aparatur (Adap) Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Hanafi menerangkan total peserta yang dinyatakan lulus passing grade dan berhak mengikuti SKB sebanyak 553 peserta. Terdapat sejumlah formasi yang kosong, sesuai dengan Permenpan-RB nomor 27 tahun 2021, setiap formasi diperebutkan oleh tiga peserta dengan nilai SKD tertinggi.

 

“Jadi kalau 232 formasi dikali 3 (peserta) kan seharusnya (diperebutkan oleh) 600an peserta ya, ini yang lolos 553. Saya belum lihat detailnya, kemungkinan ada formasi yang kosong,” paparnya kepada Radar Bekasi, Minggu (14/11).

 

Kota Bekasi menetapkan lokasi pelaksanaan SKD di Universitas Telkom, Bandung, dalam pelaksanaannya peserta dari Kota Bekasi mayoritas memilih lokasi di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat, Jakarta Timur.

 

Ada yang berbeda pada penerimaan CPNS tahun ini, formasi terbanyak yang biasanya ada pada formasi guru, kali ini peserta terbanyak ada pada formasi yang akan ditempati oleh lulusan S1 ilmu Akuntansi. Tahun ini tidak ada penerimaan CPNS untuk guru, formasi guru secara khusus diperuntukkan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

 

Pansel masih menunggu pengumuman lebih lanjut waktu pelaksanaan SKB, sesuai jadwal yang sebelumnya pelaksanaan SKB sedianya dilaksanakan akhir November ini hingga awal Desember. Ia mengaku sejauh ini belum menerima laporan kecurangan para peserta, seleksi dilakukan sesuai ketentuan protokol kesehatan pada masa pandemi hingga pengawasan ketat para peserta pada hari pelaksanaannya.

 

“Alhamdulillah tidak ada laporan, kita berjalan lancar tidak ada laporan seperti itu,” tambahnya.

 

Pihaknya juga telah mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan kecurangan pada pelaksanaan tahapan seleksi terakhir nanti. Sejauh ini Panselda berkoordinasi dengan inspektorat untuk pengawasan seleksi, Satpol-PP untuk pengamanan seleksi, termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk tim kesehatan.

 

“Secara umum kita sudah menjelaskan, karena akan ada konsekuensi yang diterima nantinya (jika curang). Karena (seleksi) ini memang hasil masing-masing peserta, itu yang kita cantumkan di pengumuman,” tukasnya.

 

Diketahui pelaksanaan SKD di beberapa daerah diwarnai kecurangan, secara nasional ada 225 di sembilan titik lokasi ditemukan menghalalkan segala cara untuk lulus tahapan kedua seleksi CPNS tahun ini. Salah satu kecurangan dalam pelaksanaan SKD, peserta menggunakan aplikasi remote access, aplikasi ini memungkinkan peserta dibantu pengerjaan soalnya dari jarak jauh. (Sur)