Politik

Langsung Tindaklanjuti Aspirasi Warga ke Dinas Terkait

Bambang Purwanto, Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS

RADARBEKASI, BEKASI TIMUR-Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bekasi Bambang Purwanto responsif terhadap aspirasi warga yang disampaikan saat reses. Termasuk hasil Reses III Tahun 2021 akhir Oktober lalu di Margahayu, Bekasi Timur.

“Saya langsung koordinasi dan tindaklanjuti ke dinas/badan terkait,” ungkap Bambang Purwanto, anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS.

Terkait aspirasi warga Perumahan Margahayu soal normalisasi kali dan sengketa fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum), dirinya sudah menindaklanjutinya dan berkoordinasi dengan Dinas Tata Ruang (Distaru) dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Alam (DBMSDA).

Bambang Purwanto (tengah) dan perwakilan DBMSDA (kanan) serta UPTD, Sekcam dan Pengurus RW Perumahan Margahayu saat rapat koordinasi menyikapi hasil Reses III Tahun 2021, Selasa (9/11).
Bambang Purwanto (tengah) dan perwakilan DBMSDA (kanan) serta UPTD, Sekcam dan Pengurus RW Perumahan Margahayu saat rapat koordinasi menyikapi hasil Reses III Tahun 2021, Selasa (9/11).

“Yang soal normalisasi kali sudah koordinasi dengan DBMSDA. Soal fasos fasum di Blok A, Margahayu sudah direspon Distaru dan sedang proses,” paparnya.

Aspirasi lain terkait pemasangan cermin cembung di RW 9 Arenjaya dan RW 15 Margahayu. “Sudah saya komunikasikan dengan Dishub. Cermin cembung yang dibutuhkan sudah habis. Nanti akan dimasukkan lagi dalam program APBD 2022,” ungkap Bambang, dewan Dapil Bekasi Timur-Bekasi Selatan ini.

Sejauh ini, sambung Bambang, upaya dirinya menindaklanjuti aspirasi warga ke dinas terkait berhasil dan terealisasi sesuai harapan warga.

“Sebagai contoh di RW 07 Arenjaya. Aspirasi warga minta perbaikan jalan Maluku Raya pada Mei lalu. Dan saya follow up. Alhamdulillah bisa ditindaklanjuti. Dan sekarang jalan Maluku Raya sudah mulus,” bebernya.

Pengecoran jalan Maluku Raya realisasi Reses II Bulan Mei Tahun 2021 yang diperjuangkan Bambang Purwanto.

Selain itu, soal pengaduan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan “bank” keliling pihaknya akan berkoordinasi dengan lembaga sosial untuk melakukan edukasi.

“Untuk edukasi masalah KDRT saya menggandeng Rumah Keluarga Indonesia. Sedangkan masalah bank keliling ada Gerakan Pro Ibu dimana pinjam uang tidak perlu membayar bunga,” tandasnya. (zar/adv)

Related Articles

Back to top button