Bergaul dengan Orang-Orang Baik

Oleh : Achmad Muwafi Lc, (Kepala SDIT Baitul Halim Tambun Bekasi)

IMAM Asy-Syafi’i ra pernah menuturkan, “Jika engkau memiliki teman yang dapat membantumu dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah swt, maka genggamlah ia erat-erat, karena sesungguhnya mencari teman yang baik (shalih) itu susah, namun melepaskannya sangatlah mudah.”

Rasulullah saw memerintahkan kepada umatnya agar senantiasa mencari dan dapat memilih teman yang baik.  Karena teman yang baik itu akan mendatangkan banyak manfaat. Ia akan menjadi baik atau minimal ia dapat memperoleh kebaikan dari apa yang dilakukannya. Sebaliknya, bergaul dengan teman yang buruk juga akan mendatangkan bahaya serta banyak keburukan.


Dalam sebuah hadist Rasulullah saw menerangkan tentang peran serta pengaruh seorang teman. Beliau saw bersabda, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk itu ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau yang harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) akan mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang busuk” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw juga bersabda, “Seseorang itu sesuai dengan agama temannya, maka hendaklah di antara kamu memperhatiakn dengan siapa ia berteman.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).


Hadist ini mengandung isyarat bahwa seseorang itu harus berteman, bergaul dengan orang-orang yang baik, karena seseorang itu bergantung dari agama temannya. Apabila seseorang dapat memilih dan berteman dengan orang-orang yang baik dalam hal ibadahnya, akhlaknya, kehidupannya, atau yang lainnya, maka sedikit demi sedikit ia akan mengikuti kebaikan mereka. Sebaliknya, apabila seseorang berteman dengan orang-orang yang buruk akhlaknya, ibadahnya, perilaku kesehariannya, maka ia akan terpengaruh oleh mereka, dan kelak di hari akhir ia akan sangat menyesal dan penyesalan itu sudah tiada berarti.

Di dalam sebuah syair dikatakan, “Tak perlu kau tanya tentang seseorang (siapa dia), cukup tanya siapa temannya, maka setiap teman akan mengikuti orang yang dia temani.”

Semoga Allah swt senantiasa mengumpulkan kita bersama teman-teman yang baik yang dapat menyelamatkan di kehidupan dunia ini juga akhirat serta melindungi kita dari pengaruh teman-teman yang buruk. Amin. (*)