Politik

Dewan PDIP Serahkan Bantuan PIP kepada Ratusan Pelajar

SERAHKAN BANTUAN: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tri Adhianto, didampingi anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi, sekaligus Ketua PAC Pondokgede, Janet Aprilia Stanzah, menyerahkan bantuan beasiswa PIP kepada salah satu pelajar di dapil V (Pondok Gede-Pondok Melati), Minggu (12/12) . IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi, Janet Aprilia Stanzah, terus berupaya menjaga komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui kinerja, dalam melaksanakan program-program yang berpihak kepada warga masyarakat.

Setelah melaunching ‘Rumah Rakyat Kreatif JASMERAH’ yang bertujuan untuk memberi pelatihan kerajinan tangan bagi ibu-ibu rumah tangga, dalam rangka mendorong program pemberdayaan perempuan.

Wanita yang merupakan Ketua PAC PDI Perjuangan Pondokgede ini, berhasil perjuangkan program bantuan beasiswa, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bagi masyarakat Kota Bekasi, yakni bantuan dana tunai Program Indonesia Pintar (PIP).

Janet menjelaskan, PIP adalah bantuan pemerintah, berupa uang tunai yang diberikan pada peserta didik, yang mengalami kesulitan membayar biaya pendidikan, dan juga biaya untuk memenuhi kebutuhan, seperti membeli perlengkapan sekolah, biaya transportasi, uang saku, dan uji kompetensi.

“Jadi, tujuan PIP ini sebagai upaya pemerintah untuk mencegah peserta didik, agar tidak putus sekolah. Mereka harus tetap bersekolah, baik melalui jalur formal, seperti SD, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, atau jalur non formal, Paket A, Paket C, dan pendidikan khusus. Adapun besaran bantuan dana tunai PIP yang diberikan, bervariatif, mulai dari Rp 275 ribu sampai Rp 1 juta, untuk tingkat SMA,” terang Janet.

Kata dia, ada dua jalur untuk mendapatkan bantuan beasiswa PIP, yakni usulan dari sekolah, dan jalur aspirasi anggota legislatif Komisi X DPR RI,” ucapnya.

Selain itu, Janet menyebutkan, ada dua jenis Surat Keputusan (SK) untuk program tersebut, yakni SK pemberian dan SK nominasi. SK pemberian, merupakan penerima beasiswa PIP yang sudah pernah mendapat buku rekening, dan nomor virtual, sedangkan SK nominasi, adalah penerima beasiswa PIP baru, dimana nomor rekening dan nomor account virtual, belum aktif, dan harus dilakukan aktifasi sebelum pencairan dana.

“Dari hampir 1.000 penerima yang kami usulkan, khusus di dapil V Pondokgede-Pondok Melati, antara lain, 300 penerima bantuan dana PIP dari SK pemberian, dan sekitar 500 penerima dari SK nominasi, dimana nomor rekening dan virtual account baru, itu saya serahkan bersama dengan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, untuk kemudian diaktifkan terlebih dahulu ke bank yang sudah ditentukan,” ujar Janet.

Adapun dalam proses pengaktifan rekening dan virtual account, lanjut Janet, di tingkat SD dan SMP, diarahkan ke BRI, sedangkan SMA dan SMK, ke BNI. Akan tetapi, dari proses itu, ternyata ada 100 lebih data yang ditolak, karena beberapa alasan, antara lain NIK orang tua tidak valid, nama orang tua tidak sesuai, dan lain sebagainya.

“Untuk keabsahan data orang tua, itu sangat penting, agar bantuan pemerintah, dapat diterima dengan baik, sesuai dengan kriteria keluarga yang membutuhkan. Dan mudah-mudahan, kami akan berusaha tahun depan, agar penerima bantuan PIP ini semakin banyak, khususnya bagi warga yang saat ini tertolak datanya, serta warga lain yang membutuhkan,” ucap Janet.

Sementara itu, menanggapi perjuangan yang dilakukan oleh koleganya, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi program tersebut, yang tentu sebagai wakil rakyat, sudah harus memperjuangkan aspirasi masyarakat, agar dapat mendorong pemberdayaan perempuan lebih mandiri secara ekonomi. Termasuk perhatian terhadap pendidikan bagi anak anak, baik formal maupun pendidikan non formal.

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi ini. menghimbau kepada para orang tua penerima beasiswa PIP, agar dana bantuan tunai ini benar-benar digunakan untuk membeli keperluan perlengkapan sekolah anak.

Sebagai informasi, kegiatan penyaluran dana bantuan PIP ini, dilakukan dua kali di dua sekolah dengan lokasi berbeda. Antara lain, di kantor Sekretariat PAC PDI Perjuangan Pondokgede, Sabtu (11/12), dan di Sanggar Sasak Jikin, Minggu (12/12). (mhf)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button