Bekasi

Anggaran Karangan Bunga Naik Terus

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Alokasi anggaran pengadaan karangan bunga Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bekasi naik setiap tahun. Di Tahun 2021 ini pagu anggaran mencapai Rp1,1 miliar. Kebijakan penganggaran ini dinilai tidak tepat, alokasi anggaran tersebut dinilai lebih tepat untuk memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

Dari pagu anggaran sebesar Rp1,139 miliar tersebut, perkiraan perhitungan biaya pekerjaan untuk pengadaan karangan bunga (HPS) sebesar Rp1,138 miliar. Proses tender sudah selesai, dimenangkan oleh CV Idea Kreasi Mandiri dengan hasil negosiasi Rp1.082 miliar.

Pengalokasian anggaran naik tiap tahun, tahun 2018 pagu anggaran Rp305 juta, naik menjadi Rp810 juta pada tahun 2019. Tahun 2020, alokasi anggaran kembali naik menjadi Rp997 juta, terakhir pada tahun 2021 sebesar Rp1 miliar.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan bahwa alokasi anggaran karangan bunga ini dibutuhkan untuk memberi ucapan duka, ucapan bahagia, perkawinan, hingga peresmian. Ia mengaku dalam satu hari mendapat puluhan undangan dari masyarakat untuk datang kegiatan tertentu.”Nah Rp1,1 itu ya satu hari saja Walikota diundang oleh puluhan warga,” katanya, Selasa (4/1).

Karangan bunga yang dibeli berbagai ukuran, dari kecil, sedang, hingga yang besar. Khusus untuk karangan bunga berukuran besar, biasa diberikan oleh Walikota dan Wakil Walikota kepada tokoh, sedang hingga kecil dibutuhkan untuk berbagai undangan lainnya.

Menurutnya, masyarakat tidak meminta Walikota datang secara khusus, komunikasi dengan masyarakat dilakukan melalui karangan bunga yang dikirim lantaran keterbatasan waktu untuk menghadiri semua undangan yang masuk.”Begitu diundang kan nggak mungkin juga satu hari kita bisa datang ke beberapa tempat,” tambahnya.

Sementara itu Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Universitas Islam ’45 Bekasi, Adi Susila menilai kebijakan penganggaran ini tidak tepat. Konteks hadirnya pemerintah atau kepala daerah kepada masyarakat hendaknya lebih konkrit dirasakan, terutama pada masa pandemi.

“Ya mungkin dari Pemkot menilai bahwa ia hadir untuk masyarakat, tetapi dari dampaknya ini harus lebih konkrit,” ungkapnya.

Pada masa pandemi, sedianya anggaran tersebut bisa dialihkan pada bantuan sosial. Analisa anggaran harus lebih cermat dilakukan untuk memberi manfaat kepada masyarakat mengarungi pandemi Covid-19.

Paling dekat, anggaran bisa digunakan untuk membantu masyarakat mendapat booster vaksin geratis yang segera dimulai.”Ya itu lebih bagus kalau dipakai untuk program penanggulangan pandemi Covid-19 di wilayah Kota Bekasi. Itu lebih mengena ya, nah minimal nanti vaksin booster itu gratis tidak bayar,” tukasnya. (Sur)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button