Flip Raih Pendanaan Seri B Putaran Kedua Rp 1,5 Triliun

FOTO SELFIE: Chief Operating Officer (COO) Flip, Gita Prihanto, Co-Founder Flip, Ginanjar Ibnu Solikhin, Co-Founder & Chief Technology Officer (CTO) Flip, Luqman Sungkar, dan Co-Founder & Chief Executive Officer (CEO) Flip, Rafi Putra Arriyan, melakukan foto selfie. DOK. FLIP/RADARBEKASI.ID

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Platform financial technology (fintech) pembayaran Flip berhasil mendapatkan pendanaan seri B fase Kedua senilai 55 juta dollar AS yang dipimpin oleh Tencent dengan partisipasi dari Block, Inc. (sebelumnya bernama Square, Inc.) dan investor pendahulu (existing), Insight Partners.

Sejumlah investor global terkemuka ikut serta dalam putaran ini, termasuk Guillaume Pousaz, Pendiri & CEO Checkout.com, melalui Zinal Growth; Gokul Rajaram, Executive di Doordash dan Board Member di CoinBase dan Pinterest; dan Michael Vaughan, mantan Chief Operating Officer (COO) Venmo.


Pendanaan baru ini membawa total Seri B Flip menjadi lebih dari 100 juta dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Flip menerima pendanaan Seri B Fase Pertama pada Desember 2021 yang dipimpin oleh Sequoia Capital India, Insight Partners, dan Insignia Ventures Partners.

Flip akan menggunakan investasi ini untuk pengembangan tim dengan fokus pada tim teknik (engineering) dan produk (product), investasi dalam pengembangan produk baru dan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan, serta mempercepat ekspansi bisnis.


“Peluang pertumbuhan ekonomi digita di Indonesia sangat terbuka dengan populasi yang masif dan demografi yang menguntungkan,” kata Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Flip, Rafi Putra Arriyan, dalam keterangan tertulis yang diterima radarbekasi.id Rabu (15/6).

Sementara Chief Operating Officer (COO) Flip, Gita Prihanto menambahkan, Flip sangat senang menyambut Tencent dan Block, yang memiliki tujuan yang sama, untuk membuat fintech dapat diakses oleh semua orang di Indonesia.

Pada paruh pertama tahun 2022, Flip telah melayani lebih dari 10 juta pengguna untuk berbagai jenis transaksi keuangan, dari dan ke berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri.

“Pengetahuan dan keahlian dari mitra kami, baik institusi global maupun angel investor, membantu kami dalam mengembangkan bisnis di tengah situasi penuh tantangan,” ujar Gita. (bis)