Tukang Bakso, Megawati dan Melek Digital

Ketua DPD Papmiso Kota Bekasi Maryanto, Owner Soto Bakso Yanto (SBY) di Kota Bekasi.

 

SEKALI, dua kali sampai ketiga kali saya mendengar potongan video viral mantan Presiden RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri bercanda dan seolah ngenyék Tukang Bakso.


Anehnya, saya Maryanto, Tukang Bakso justru ikut tertawa dan menikmati candaan putri Proklamator itu.

Sementara, keluarga, sahabat, dan teman seolah hadir ingin memprovokasi bahwa itu tindakan meremehkan dan menjelekkan Tukang Bakso.


Ini persoalan sudut pandang. Justru saya bangga, ternyata yang membekas dan ada dalam pikiran Megawati adalah Tukang Bakso. Padahal keseharian kita bergumul dengan daging, bumbu, dan tampilan serapi mungkin untuk menarik perhatian calon pembeli.

Fakta tersebut pun mematahkan anggapan yang beredar.

Saya yakini Megawati dan Keluarga adalah pecinta kuliner Bakso. Karena itu, Tukang Bakso lah yang sampai tertambat di hati dan pikiran Megawati.

Maaf sebelumnya, sebab jika dilihat dalam keseharian, tukang tambal ban tentu lebih terlihat tidak rapi karena bergumul dengan oli dan api.

Bukan membela Megawati, tapi saya hanya terbiasa menjadikan joke atau lawakan bisa memotivasi kita menjadi pribadi yang lebih unggul.

Candaan Megawati seakan memacu saya untuk menunjukkan kalau Tukang Bakso juga elit. Tukang Bakso juga kelompok besar penggerak perekonomian Indonesia.

Sedikit bercerita. Saat ini saya sedang upaya dan tengah menjalankan Koperasi berbasis digital. Dimana dalam koperasi tersebut, isi semuanya adalah Tukang Bakso. Dan dalam koperasi tersebut semua kebutuhan Tukang Bakso dikemas dalam sistem yang mumpuni agar pemenuhan kebutuhan dan jaminan stabilitas harga.

Terakhir, saya berpesan, khususnya untuk saya pribadi dan rekan-rekan Tukang Bakso di manapun berada, jangan lagi diam. Kita harus bisa jadikan candaan Megawati sebagai momentum kita melek digital dan maju bersama.

Tidak perlu lagi candaan Megawati membuat kita lupa kalau Bakso harus terus menggelinding maju dan bisa menjadi makanan kesukaan warga Indonesia.

Ada yang meniup api untuk menyalakan, dan ada juga yang meniup untuk meredakan.

Ayo sedulur, jangan mau diadu domba dan dipanas-panasi. Kita fokus saja dengan bisnis Bakso. Beri harum Baksomu sampai ke mancanegara. (Penulis Maryanto, Tukang Bakso asal Wonogiri, Tinggal di Kota Bekasi, Owner Soto Bakso Yanto (SBY), Ketua DPD Papmiso Kota Bekasi)