Tahap Pemenuhan Kuota Siswa Berlangsung Dua Hari

PANTAU: Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah saat memantau posko utama PPDB Disdik yang berlokasi di SDN Margahayu V Kota Bekasi. ISTIMEWA

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyelenggarakan tahap pemenuhan daya tampung atau kuota siswa dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD dan SMP tahun ajaran 2022-2023. Tahap ini berlangsung dua hari mulai Selasa dan Rabu (12-13/7).


Adapun pengumuman seleksi tahap ini akan dilaksanakan pada Rabu (13/7) melalui laman resmi PPDB pada masing-masing jenjang pendidikan secara real time.

Berdasarkan data yang dihimpun Disdik, PPDB tahun ajaran ini memiliki daya tampung siswa 39.084 orang terdiri dari SDN 25.228 orang dan SMPN 13.856 orang.


Pada tahap pendaftaran yang berlangsung Senin – Kamis (4-7/7) lalu tercatat  jumlah total pendaftar SD dan SMP negeri sebanyak 41.554 orang terdiri dari SDN 21.114 orang dan SMPN 20.430 orang. Setelah melalui seleksi, jumlah total pendaftar yang diterima sebanyak 30.163 orang terdiri dari SDN 17.357 orang dan SMPN 13.163 orang.

Krisman Irwandi, Sekretaris Disdik Kota Bekasi

“PPDB tahap pertama kami sudah keluarkan Surat Keputusan (SK) hasil seleksi dan dilihat dari PPDB tahap pertama ini juga jumlah pendaftar SDN itu memang kecil, yaitu hanya 21.114 orang. Sangat kurang sekali dari kuota SD yang ada,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Krisman Irwandi kepada Radar Bekasi, Jumat (8/7).

Ia mengakui, daya tampung siswa di SD negeri masih cukup banyak. Oleh karena itu, adanya tahap pemenuhan daya tampung siswa menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin bersekolah di SD negeri.

“Berdasarkan seleksi sistem secara real time, SDN itu masih memiliki kuota sebanyak 7.871 orang. Jadi memang peluangnya masih besar sekali, bagi masyarakat yang memang ingin melakukan proses pendaftaran,” tuturnya.

Krisman mengingatkan kepada masyarakat agar mencatat tanggal tahap pemenuhan kuota siswa. “Catat tanggalnya (tahap pemenuhan daya tampung,Red),  jangan sampai lupa. Karena di tanggal 13 itu langsung pengumuman secara real time juga,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terpaku pada sekolah negeri. Pasalnya, saat ini melalui bantuan pemerintah Kota Bekasi, 165 sekolah swasta tingkat SMP telah melakukan MoU untuk menggratiskan uang pangkal dan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

“Saat ini dengan jumlah SMPN yang terbatas dan tidak bisa menampung lulusan SD yang cukup banyak, maka kami minta kepada masyarakat untuk tidak terpaku dengan sekolah negeri saja,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, masyarakat dapat mencari tahu SMP swasta yang telah melakukan penandatanganan nota kesepahamanan itu bisa datang ke kantor Disdik Kota Bekasi.

“Bagi masyarakat yang ingin mengetahui sekolah swasta mana saja yang sudah melakukan MoU, masyarakat bisa datang ke kantor Disdik untuk mengetahui informasinya,” tukasnya. (dew/adv)