Suporter dan Forkopimda Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

TABUR BUNGA: Ratusan suporter dan unsur Forkopimda, tokoh agama serta masyarakat menaburkan bunga saat doa bersama untuk korban kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Malang, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Kamis (6/10). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan suporter dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi, menyalakan lilin dan tabur bunga serta doa bersama, bagi korban tragedi Kanjuruhan, Malang, di Stadion Wibawa Mukti, Kamis (6/10).

Ada sekitar 500 orang yang hadir dari semua suporter gabungan, terdiri dari Aremania, Bonek, Viking, The Jak, Persikasi Fans, dan Pasopati ini, melebur menjadi satu bersama unsur Forkopimda Kabupaten Bekasi.


“Kami berharap, tragedi Kanjuruhan ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, usai melakukan doa bersama para suporter.

Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu tempat yang digunakan untuk Liga 1 Indonesia, karena menjadi home base nya Bhayangkara Fc.


“Tentu kami akan terus berbenah, agar tragedi Kanjuruhan,Malang, tidak terjadi di Kabupaten Bekasi ini,” terang Dani.

Diakui Dani, di Kabupaten Bekasi juga ada dua kekuatan suporter yang hampir sama, yang selama ini saling berhadapan, antara Bobotoh dengan The Jakmania. Namun diharapkan, dengan adanya tragedi Kanjuruhan, Malang, bisa menyatukan semua supporter.

Dalam sebuah pertandingan, menang atau kalah, merupakan keniscayaan yang harus disikapi dengan jiwa kesatria, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Mudah-mudahan, dengan kejadian itu bisa menyatukan semua. Disini (Kabupaten Bekasi) semua berkumpul, ketika bicara mengenai kemanusiaan, tidak ada yang bisa memisahkan kita,” tegas Dani.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Gidion menambahkan, tragedi Kanjuruhan, Malang, merupakan duka bersama masyarakat pecinta sepak bola Indonesia. Oleh karena itu, dirinya bersama bupati dan dandim, mengadakan doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia, serta kesuksesan sepak bola Indonesia.

“Ini sebagai bentuk kedukaan bersama, dan acara ini untuk meningkatkan rasa kebersamaan serta empati,” ucap Gidion.

Sedangkan Ketua Aremania Cikarang, Nawi Sugianto, meminta pemerintah bersama otoritas terkait, untuk melakukan penanganan atas kasus ini hingga tuntas sesuai hukum perundang-undangan yang berlaku.

“Dari perantauan, kami mendoakan saudara-saudara yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan, sekaligus minta usut kasus ini hingga tuntas tanpa pandang bulu,” desak Nawi. (pra)