Jajan di Warung, Pelajar SMP Dibacok

TEMPAT KEJADIAN: Warga berlalu-lalang menggunakan kendaraan roda dua di lokasi penyerangan pelajar, Jalan Lapangan Bola, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat. SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga menjadi korban salah sasaran segerombol pelajar dari sekolah lain. Salah satu korban diserang menggunakan senjata tajam. Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polsek Bekasi Kota, dan tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Salah satu korban, AG mengatakan bahwa peristiwa tersebut menimpanya pada saat ia dan satu rekannya pulang sekolah, Rabu (16/11) .


Saat itu, ia sedang jajan di salah satu warung Jalan Lapangan Bola, RT 05/10, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Tiba-tiba segerombol pelajar datang, ia menggambarkan situasi saat itu riuh dengan teriakan gerombolan pelajar yang menyerangnya.

Rekannya menjadi korban penyerangan pertama. Ia menyaksikan rekannya dipukul menggunakan stik golf. Setelahnya, gerombolan pelajar tersebut menyerangnya, ia menyaksikan tiga orang pelajar membawa senjata, diantaranya stik golf, satu lagi membawa senjata tajam jenis celurit.


“Nah udah mukulin temen saya, para pelajar itu langsung ke saya, mukul pake stik golf, nendang saya, terus langsung dibacok,” ungkapnya, Kamis (24/11).

AG mengaku tidak sama sekali mengetahui motif gerombolan pelajar tersebut menyerang ia dan rekannya.

Akibat peristiwa tersebut, ia menderita luka robek di bagian punggung, serta rasa nyeri di beberapa bagian tubuh akibat ditendang. “Saya nggak tau, nah saya sedang jajan, saya juga abis pulang sekolah,” tambahnya.

Penuturan salah satu warga di lokasi kejadian, Adi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyaksikan gerombolan siswa berpakaian seragam sekolah, dipastikan ada sejumlah pelajar dalam peristiwa tersebut.

Adi mengenal pelajar yang menjadi korban lantaran tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, dipastikan bahwa keduanya saat itu tengah jajan sepulang sekolah.

“Dia (korban) kan lagi jajan. Mungkin (rombongan pelaku) salah informasi, anak ini (korban) sih nggak pernah macem-macem,” katanya.

Ia meminta kepada seluruh orang tua untuk mengawasi anak-anaknya lebih ketat, sehingga tidak melakukan hal-hal negatif, apalagi membawa senjata tajam saat sekolah.”Ini kan kewajiban orang tua juga, gimana anak pas sekolah bawa celurit,” tambahnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Bekasi Kota, Iptu Wendri Johan mengatakan bahwa kasus ini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian. Pihaknya telah meminta keterangan dari saksi yang berada di lokasi, termasuk korban.

“Korban dan para saksi sudah dimintai keterangan, terutama korban baru sehat. Sedang proses sidik ya,” ungkapnya. (sur)