Metropolis

Dishub Terjunkan Personel di 56 Kelurahan

Bantu Pelaksanaan PSBB

PIMPIN APEL: Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Enung Nurcholis, ketika memimpin apel optimalisasi PSBB di kelurahan Jatiluhur, Jatiasih kemarin. FOTO/ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi ikut terjun membantu mensosialisasikan dan mengawasi optimalisasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh kelurahan di Kota Bekasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Bekasi.

Sekretaris Dishub Kota Bekasi, Enung Nurcholis mengatakan hal ini dilakukan sesuai dengan instruksi Wali Kota Bekasi untuk membantu menerjunkan petugas di 56 kelurahan. Sebelumnya, pada pelaksanaan PSBB tahap pertama, dua pekan lalu, petugas Dishub sudah melakukan pengawasan di perbatasan Kota Bekasi.

“Kita kan sudah melakukan di 32 titik perbatasan, dalam rangka mengurangi hilir mudik orang dan kendaraan. Tetapi ketika di perbatasan itu lebih maksimal lagi hasilnya, makanya pak wali kota menginstruksikan kepada aparatur Dishub untuk disebar di 56 kelurahan dalam rangka memberikan pengarahan kepada warga masyarakat,” ungkapnya.

Sosialisasi dan pengawasan dilakukan oleh petugas Dishub bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), petugas Damkar, kelurahan setempat, RT, RW, tokoh masyarakat, hingga karang taruna.

“Jika ada kerumunan-kerumunan orang kita sampaikan jangan berkerumun. Umpamanya ada pemancingan yang masih buka itu kita beri pengertian,” lanjut Enung.

Setiap kelurahan disiapkan lima hingga enam petugas. Selain itu, petugasnya juga melakukan segala sesuatu yang berkenaan dengan pelayanan terhadap masyarakat, termasuk pendampingan terhadap pendistribusian Bantua Sosial (Bansos) juga dilakukan.

Selama melaksanakan tugas di lingkungan kelurahan, penjagaan di perbatasan Kota Bekasi tetap berjalan, dan menempatkan personel disana. Di wilayah kelurahan ini, petugas juga mengingatkan kepada warga yang hilir mudik menggunakan kendaraan bermotor untuk mengurungkan niat jika tidak karena alasan mendesak. Tentunya tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Jadi lebih kepada menyampaikan kepada warga masyarakat,” tukasnya.

Beberapa upaya untuk membatasi pergerakan orang sudah dilakukan, yang paling signifikan terlihat pada pembatasan kendaraan umum di lingkungan terminal yang ada di Kota Bekasi. Dua terminal yakni Kayuringin dan Terminal Induk sudah nampak lengang, bahkan untuk terminal Kayuringin sudah mulai sepi sejak awal pelaksanaan PSBB dua pekan lalu. (adv/sur)

Related Articles

Back to top button