Cikarang

DLH Didesak Tindak Pembuang Limbah Perusak Lingkungan

SIRAM LIMBAH: Seorang petugas keamanan menyiram limbah tanur besi yang dibuang di bantaran sungai Kali Cikarang, di Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin (23/11). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Relawan Save Kali Cikarang mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk tegas terhadap perusahaan yang merusak alam akibat pembuangan limbah hasil produksi ke kali atau sungai.

Pasalnya, sebagai relawan yang bergerak di bidang lingkungan, pihaknya memiliki aktifitas untuk melestarikan alam dengan menjaga dari sampah maupun benda yang dapat merusak lingkungan.

“Kami (Relawan,Red) bekerja untuk bersihin kali. Khususnya Kali Bekasi dan Cikarang, tentu ada hal yang menyayat hati kami ketika ada perusahaan yang membuang limbah tapi tidak ditindak,” tutur anggota relawan Save Kali Cikarang, Dedi Kurniawan, Senin (23/11).

Kata dia, akibat salah satu perusahaan membuang slag atau tanur besi (limbah jenis B3 (Berbahaya dan Bahan Beracun) di bantaran sungai Kali Cikarang, menghancurkan Hutan Bambu sepanjang 50 meter atau ribuan pohon bambu yang mereka gagas sebagai destinasi wisata.

Selain merusak lingkungan, tambah Dedi, juga berdampak hilangnya habitat burung blekok yang juga dijaga untuk kelestarian alam. Pria yang akrab disapa Jhon ini menjelaskan, ketika menjaga alam, pihak perusahaan juga perlu mendukung agar tidak membuang limbah tanpa adanya penyaringan terlebih dahulu.

“Kami sudah lapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, tapi sudah dua bulan belum ada tindakan. Tujuan kami hanya satu, yaitu jaga alam,” tegasnya.

Awalnya, tambah Dedi, pihaknya perusahaan sudah memberhentikan pembuangan limbah ke aliran Kali Cikarang. Namun dilakukan kembali hingga saat ini. (and)

Related Articles

Back to top button