Politik

Bangun Kota Bekasi Lewat Politik

Ketua DPC PPP Kota Bekasi Sholihin
Ketua DPC PPP Kota Bekasi Sholihin

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Meskipun bukan asli putra daerah, namun kecintaannya terhadap Kota Bekasi sangat tinggi. Tekadnya begitu kuat untuk ikut berkontribusi membangun Kota Bekasi. Langkah yang diambilnya yakni terjun ke politik dan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ya, pria bernama lengkap Sholihin sejak 25 tahun lalu menetap di Kota Bekasi. Hijrah dari kampung halamannya Sampang Madura pada tahun 1996 lalu usai menamatkan pendidikan SMA. Berbagai profesi dilakoni, mulai dari pedagang asongan, pekerja pabrik hingga menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Bekasi.

“Saya walau bukan putra daerah, tapi cinta Kota ini dan saya sudah tinggal disini cukup lama. Bahkan, kehidupan saya seperti sekarang ini berhasil di sini, sehingga saya merasa bertanggungjawab membangun Kota ini lebih baik kedepan dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Tekad ini yang membuat saya terjun ke dunia politik,” kata suami dari Lailatul Mutmainah ini.

Pria yang akrab disapa Gus Shol mengaku, memilih sebagai simpatisan dan kader PPP di tahun 2010. Dia beralasan, sebagai muslim partai ini yang sesuai misi perjuangan dirinya untuk menjadikan bangsa, dan negara Indonesia yang Rahmatan lilalamin.

“PPP ini juga merupakan partai yang dicintai keluarganya di kampung. Dan tujuan saya di sini untuk mengabdi kepada umat dan warga masyarakat, khususnya mereka yang butuhin bantuan dan pertolongan,” ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, perjuangannya di partai pun dilirik pimpinan hingga dipercaya mengemban amanat sebagai ketua Ranting Kelurahan Sepanjang Jaya.” Tapi jabatan itu tak lama, karena tahun 2012 saya ditugaskan oleh partai menjadi Wakil Ketua DPC PPP Kota Bekasi, dan sekarang dipercaya sebagai Ketua DPC PPP,” tuturnya.

Disamping kariernya di internal itu, Gus Shol pun mengusung diri sebagai calon legislatif (caleg) tepatnya di Pemilu 2014. Langkah itu pun seakan sudah diperhitungkan matang-matang olehnya, karena kala itu dia berhasil meraih suara terbesar di daerah pemilihan (Dapil) II meliputi, Kecamatan Bantargebang, Rawalumbu, Mustika Jaya.

“Saya lillahi’taala saya waktu nyalon caleg, dan Alhamdulillah meski berada di dapil yang katanya neraka, karena ada beberapa caleg Incumbent saya berhasil raih sekitar 9 ribu lebih suara. Saya tentu bersyukur, bahwa masyarakat mempercayakan saya menjadi wakil rakyatnya di DPRD. Dsn kepercayaan itu akan selalu menjaga manah mereka dan memberikan yang terbaik,” imbuhnya.

Setelah duduk di DPRD Kota Bekasi, Gus Shol pun langsung dapat amanat untuk mengisi jabatan Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bekasi. Tugasnya diawal karier sebagai wakil rakyat pun dapat dijalani dengan baik. Dia selalu berusaha kritis terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Wakil rakyat yang dianggap ya tak pro rakyat.

“Saya bertugas menjadi wakil rakyat, jadi segala kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat harus saya lawan, saya harus menjadi seorang legislator yang baik dan menjaga amanah rakyat yang diberikan kepada saya. Saya digaji oleh rakyat, dan saya harus menjadi abdi mereka, segala aspirasi mereka harus saya perjuangkan,” tandasnya.

Dari Pedagang Asongan Hingga Wakil Rakyat

Sholihin
JUMAT BERKAH : Ketua DPC PPP Kota Bekasi Sholihin (kiri), foto bersama kader PPP usai membagikan makanan dalam program jumat berkah. ISTIMEWA/RADAR BEKASI

Setiap usaha tidak pernah mengingkari hasil. Kata-kata ini menjadi semangat pria berusia 44 tahun ini dalam meniti karir. Berbekal ijazah SMA, dia bertekad ingin mengubah nasib di Kota Bekasi hingga menjadi seorang wakil rakyat.

“Saya datang kesini dengan uang pas-pasan, dengan tekad meraih sukses di masa depan sesuai impian yang saya cita-citakan waktu kecil, yakni bisa bahagiakan kedua orangtua dan masyarakat banyak disekitarnya, ” kata Sholihin.

Dia mengkisahkan, saat pertama datang ke Kota Bekasi dia rela tinggal di kontrakan satu ruangan. Saat itu, dia memilih kontrakan di belakang Pasar Baru Bekasi.”Harga kontrakan itu saya sewa perbulannya sekitar Rp100rb. Hanya satu petakan kamar, dan kamar mandinya diluar,” ujarnya.

Sambil menunggu panggilan kerja, dia menjadi pedagang asongan di Terminal Bekasi.”Iya, cari kerja dari dulu memang sulit dan itu pernah saya rasakan sampai buat kehidupan sehari-hari pun saya sempat jualan asongan di Terminal Bekasi,” ujar Gus Shol.

Menurut bapak tiga anak ini, aktifitas jualan itu memang tak lama hanya sekitar 2 minggu. Karena dia mendapatkan panggilan kerja di salah satu perusahaan di daerah Cibitung, Kabupaten Bekasi. Dari situ,dia bekerja sekitar setahun. Kehidupannya mulai membaik, gajinya dia tabung.

“Saya kerja disana satu tahun, karena waktu itu saya dapat panggilan kerja lagi di tempat lain, tepatnya di sebuah perusahaan supplier besi tua di Ibukota. Dari perusahaan itu pula, akhirnya saya banyak belajar dengan kerjaan tersebut sampai akhirnya berani menggeluti ushaa tersebut sampai hari ini,” tuturnya.

“Jadi, seingat saya jadi supplier besi tua dari tahun 2004 hingga sekarang. Dan saya geluti usaha itu dari bawah, dari pengalaman saya sendiri berbisnis besi tua tidak mudah ya tapi Alhamdulillah, namanya perjuangan menuju cita-cita jadi orang berhasil saya lalui semua dengan kerja keras dan tak lupa berdoa buat kelancaran usaha hingga sampai sekarang ini,” tambahnya. (mhf)

Biodata
Nama : H. Solihin, Sip
Tempat dan Tanggal Lahir : Sampang, 6 Oktober 1977
Istri : Lailatul Mutmainah

Anak :

  1. Kamelia saputri (11)
  2. Abdus salam (7)
  3. Riadhussholihin (3).

Pendidikan

  • SD Mandangin 4 Sampang
  • SMP Negeri 2 Sampang
  • SMA PGRI sampang lulus 1996U
  • UNISMA Fakultas Ilmu Sosial dan Politik lulus tahun 2015.

Karir politik

  • 2010 — 2012 : Ketua ranting sepanjang jaya
  • 2012- 2015 : Wwakil ketua DPC PPP Kota Bekasi
  • 2014 — 2019 : Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bekasi
  • 2016 — 2021 : Ketua DPC PPP Kota Bekasi
  • 2019 — 2024 : Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi
    Wakil Ketua Fraksi Golkar Persatuan DPRD Kota Bekasi

Related Articles

Back to top button