Metropolis

PAD Minus Rp 1,4 Triliun

RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi hingga 31 Juli 2021 di angka Rp 1,1 triliun dari target Rp 2,5 triliun. Masih tersisa Rp 1,4 triliun yang harus dikejar Pemkot Bekasi guna memenuhi target.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied usai laporan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mereka terima akhir Juli lalu.

“Jadi kita masih ada sisa target Rp 1,4 triliun. Karena saat ini kita di semester  satu sudah mencapai 44 persen atau Rp 1,1 triliun,” kata Muin sapaan akrabnya saat dihubungi Radar Bekasi, Minggu (31/8).

Lanjut Muin, jika digabungkan dengan pendapatan transfer dan lain-lain yang sah pencapaiannya disebut bisa melampaui target. Sejauh ini kata dia alasan belum terpenuhi target PAD karena adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Potensi-potensi PAD mengalami penurunan seperti pajak hotel, restoran, hiburan reklame, hingga parkir.”Artinya memang kalau PAD murni belum mencapai target. Ini terjadi akibat adanya PPKM,” ujarnya.

Akan tetapi, jelas dia, secara umum DPRD dan Pemerintah Kota Bekasi memaksimalkan supaya bisa mencapai target PAD. “Jadi kita memberikan realisasi tidak beda dengan tahun lalu,” jelasnya.

Lanjutnya, PPKM  menurunkan mobilitas tetapi di sisi lain pembelian take away dan daring atau online meningkat bagi pengusaha makanan.

Sehingga tidak terlalu berdampak, karena banyak masyarakat yang melakukan transaksi daring dan take away. Selain itu, ada juga yang sangat terdampak adalah hotel dan perparkiran. Karena orang tidak lagi makan dan minimnya yang menginap di hotel.

Dirinya juga berharap di semester dua target PAD bisa tercapai. “Kita tetap optimis ya untuk mencapai target PAD. Kita akan maksimalkan potensi yang ada dan yang selama ini belum terserap pajaknya. Kita di Komisi III akan pantau setiap seminggu sekali ke Bapenda terkait capaian pajak,” ungkapnya. (pay)

Related Articles

Back to top button