Metropolis

Kerahkan Petugas Pamor, Percepat Vaksinasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN-Pemerintah Kota Bekasi memastikan melibat pegawai Tenaga Kerja KOntrak (TKK) sebagai petugas Pamor di wilayah untuk memastikan proses vaksinasi merata di masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Enung Nurcholis saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang belum lama ini.

“Di Kota Bekasi kami memiliki petugas Pamor yang melakukan vaksinasi door to door dengan petugas kesehatan dari puskesmas setempat sehingga warga tidak perlu jauh-jauh ke kelurahan ” ujar Enung di hadapan Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang.

Diketahui Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, melaksanakan kunjungan kerja untuk sharing perihal penanganan Pandemi Covid-19 utamanya dalam proses vaksinasi di masyarakat.

Enung menjelaskan Kota Bekasi pernah mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada Juli 2021 lalu. Bahkan satu hari ada saja korban meninggal dunia akibat Covid-19. ” Kami dari BPBD menerima ini sebagai bencana non alam, Kota Bekasi tanggal 5 – 27 Juli pernah menangani hampir 16 – 27 jenazah COVID-19 yang harus dibawa ke tempat pemulasaran. Saat itu kita bekerja sama dengan dinas terkait berkoordinasi menangani jenazah tersebut ,”terangnya.

Selain itu, kata dia BPBD dalam penanganan Covid-19 diantaranya melakukan penyemprotan desinfektan, mendirikan tenda perawatan di RSUD, hingga pendistribusian paket sembako kepada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri (Isoman).

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, Luky Hardian disela kunjungan kerjanya menjelaskan, maksud dan tujuan untuk bertukar pikiran dengan BPBD Kota Bekasi dalam rangka penanganan Covid-19.
“Kedatangan kami karena ingin mengetahui tentang penanganan yang dilakukan di Kota Bekasi khususnya mengajak warga untuk melakukan vaksinasi, “paparnya.
Ia mengaku di daerahnya kerap mengalami kesulitan mengajak warga dikarenakan banyaknya berita hoax mengenai vaksin.

“Warga kami banyak yg menolak untuk divaksin karena adanya anggapan tentang vaksin mengandung zat haram padahal Pandeglang sudah masuk ke Level 2 karena menurunnya kasus tapi karena vaksinasi kurang peminat maka turun lagi menjadi level 3,”pungkasnya. (one).

Related Articles

Back to top button