Transformasi UMKM di Era Digital, Sebuah Keharusan

Pietra Machreza Paloh

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Fasilitas layanan internet berkembang sangat pesat di Indonesia. Sejak dikembangkan pada era 1980-an hingga 2021 akhir ini, jumlah pengguna internet di tanah air mencapai 212,35 juta. Angka yang dirilis oleh Internetworldstats sebagaimana dikutip dari Katadata ini mengalami penetrasi yang sangat signifikan, yakni menyentuh 76,8 persen dari total populasi Indonesia sebesar 276 juta jiwa.

Tentu saja perkembangan internet yang luar biasa tersebut telah mempengaruhi seluruh sektor aktivitas masyarakat. Tidak saja di sektor teknologi dan komunikasi yang menjadi dasar pengembangan internet, lebih daripada itu internet telah mempengaruhi segmen-segmen sosial kemasyarakatan, aktivitas politik, dunia kebudayaan dan hiburan, pola asuh pendidikan, tata kelola pemerintahan, serta tentu saja ekosistem bisnis mulai dari hulu hingga ke hilir.


Adalah tentu saja ekosistem Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga tak lepas pengaruhnya dari internet dan digitalisasi. Pada dasarnya, situs-situs belanja online telah dikembangkan di Indonesia sejak 1994. Salah satu pionernya adalah Indonet yang menjadi penyedia layanan internet pertama di Indonesia. Hanya saja hingga era 2000-an, akses terhadap situs-situs belanja online masih terbatas untuk segmentasi pasar menengah ke atas.

Pun demikian, di era tahun yang sama, promosi pengembangan internet sebagai alternatif peningkatan produktivitas pemasaran terus dilakukan oleh berbagai pengembang. Upaya tersebut memberikan pengaruh yang positif dengan hadirnya sejumlah media sosial yang penggunaannya kemudian menyajikan aplikasi-aplikasi yang mendorong pelaku UMKM untuk bertransaksi secara online. Lambat laun, kreatifitas digitalisasi melahirkan berbagai platform e-commerce yang memfasilitasi para pelaku UMKM untuk menayangkan produk-produknya di situs jual beli mereka. Maka saat ini situs-situs belanja seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan banyak sarana-sarana lainnya berkembang begitu cepat. Termasuk pengembangan media-media pendukung lainnya di sektor transportasi online hingga alternatif sarana pembayaran secara online.


Tentu saja Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya dalam beradaptasi dengan pengembangan internet dan digitalisasi. Di sektor pengembangan UMKM, Kementerian Koperasi dan UMKM memiliki target besar untuk mendorong digitalisasi di tengah-tengah pelaku UMKM. Sesuai dengan survei kecil yang saya lakukan, Pemerintah Indonesia terus membangun proyek-proyek perluasan broadband, penentuan tarif batas atas dan bawah untuk memproteksi pelaku UMKM, penggunaan spektrum frekuensi radio untuk penerapan teknologi baru, dan banyak program-program pengembangan digitalisasi UMKM yang terus didorong oleh Pemerintah Indonesia.

Hingga Mei 2021 kemarin, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat adanya 13,5 juta pelaku UMKM yang telah bertransformasi secara digital untuk meningkatkan performa bisnisnya. Hingga Tahun 2024 mendatang, Pemerintah Indonesia menargetkan transformasi UMKM di sektor digital dapat menembus angka 30 juta lebih. Angka yang fantastis, tapi tentu realisasinya tidak mudah, dan tak boleh hanya sekedar di atas kertas.

Terus Bekerja

Bagaimanapun juga, seluruh stakeholder baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, pihak swasta, industri, dan tentu saja para pelaku UMKM perlu terus bekerja untuk memperkuat proses digitalisasi ekosistem UMKM ini. Para pihak yang terlibat aktif dalam pengembangan digitalisasi ekosistem UMKM memiliki upaya yang saling berkaitan, mungkin juga saling berkebutuhan mengingat mata rantai dunia UMKM saling berhubungan mulai dari produksi hingga distribusi produk serta jasanya.

Partai Nasdem sebagai salah satu rumah politik di Indonesia juga telah mengambil peran yang sangat besar dan sangat luas dalam mendukung pengembangan ekosistem UMKM. Tidak saja dalam bentuk pengawasan dan penganggaran program-program nasional dan daerah yang bergerak di sektor UMKM, Partai Nasdem turut aktif menyelenggarakan berbagai pameran produk dan komoditi UMKM baik skala nasional hingga daerah.

Di samping itu, Partai Nasdem turut mendorong pengembangan UMKM melalui hadirnya Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU). Wadah ini didirikan untuk memfasilitasi para pelaku UMKM untuk saling terkoneksi, saling berbagi sembari terus memperkuat pendekatan-pendekatan bisnisnya. Juga GARPU terus mendorong proses transformasi UMKM dari pendekatan tradisional menjadi modern, termasuk secara digital untuk mengakses potensi-potensi pasar secara global. Melalui alternatif wadah ini, kita akan terus bekerja untuk mewujudkan UMKM Indonesia yang kompetitif di pasar-pasar global.

Saat ini, dunia masih dikunjungi oleh kekhawatiran akan ancaman wabah Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali. Varian Covid-19 terbaru bernama Omicron kembali bikin gusar tempo hari. Esok entah kemungkinan varian apalagi yang bakal muncul. Karena itu pula, mau tidak mau, seluruh dunia dituntut untuk terus bertahan di tengah-tengah ketidakpastian wabah ini. Dan tentu saja, kita tidak ingin lagi menyaksikan betapa pada awal 2020 kemarin sektor UMKM babak belur karena alasan Covid-19. Maka, mari kita sama-sama bertransformasi!

Penulis merupakan Ketua Dewan Pakar Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU)