Usai Tabrak, Pelaku Ancam Tembak Anak Anggota DPRD lewat Medsos, Polisi Respons Begini

Mobil Hyundai merah yang diduga membuat anak seorang anggota DPRD Kota Bekasi mengalami kecelakaan di kawasan Harapan Indah, Medansatria, Rabu (9/11) malam.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seseorang diduga pelaku penabrak Muhammad Noval Rahman, anak anggota DPRD Kota Bekasi, mengancam korban akan ditembak.

Ancaman itu dikirim melalui direct massage (DM) media sosial ke akun korban, sehari setelah peristiwa tersebut viral.


Hal tersebut diungkapkan Arif Rahman Hakim, sang ayah yang juga anggota DPRD Kota Bekasi.

BACA JUGA: Cekcok di Harapan Indah, Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Ini Kecelakaan, Begini Kronologinya


Arif mengaku mengumpulkan bukti-bukti ancaman di media sosial itu yang diterima anaknya. Dan akan diserahkan ke aparat.

“Dari Instagram pelaku mengatakan, untungnya tidak saya tembak mas,” ujar politisi PDIP Perjuangan itu.

Menurut Arif, ancaman tersebut sudah mengarah pada tindak pidana serta sangat menakutkan bagi anaknya.

Selain itu ada unsur rasis saat kejadian dimana pengendara mobil mengucapkan “pribumi miskin” (brengsek). ”Jadi tolong segera diungkap,” pintanya ke polisi.

BACA JUGA: Kecelakaan Tabrak Lari di Harapan Indah Timpa Anak Anggota DPRD Kota Bekasi, Polisi Bilang Begini

Terpisah, Panit Gakkum 2 Unit Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota Ipda Suwandi mengaku, dalam penyelidikan kasus ini pihaknya sudah memeriksa keterangan saksi sebanyak lima orang.

Selain itu, sambung Suwandi, pihaknya juga sudah berkoordinasi denganpihak security Harapan Indah dan sudah melayangkan surat permohonan pengecekan kamera CCTV.

“Kami kirimkan 25 CCTV, termasuk Diskominfostandi dari lokasi kejadian sampai paling belakang di daerah perbatasan dekat Tarumajaya (Kabupeten Bekasi),” katanya.

BACA JUGA: Anggota DPRD Ini Minta Polisi Segera Tangkap Penabrak Anaknya

Suwandi mengaku dalam kasus ini pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Menurutnya peristiwa kecelakaan itu diawali dengan perseteruan. ”Kesalahan pahaman dan saling mengumpat yang kemudian saling kejar, melempar helm dan mobil memotong kanan,” terangnya.

Dalam video yang beredar, sambung Suwandi, diduga ada unsur kesengajaan. Namun, pihaknya masih mendalami dalam perkara tersebut. Pihaknya juga enggan terburu-buru mengatakan pengemudi mobil  sebagai tersangka.

“Kalau mengarah ke tersangka itu belum. Jadi sekali lagi kami jelaskan kami masih dalam tahap penyelidikan,” tukasnya. (pay)