Puluhan Ribu Anak Dapat Vaksin Polio

ILUSTRASI: Petugas Kesehatan ketika menyuntikan vaksin kepada anak d Posyandu. Vaksinasi polio saat ini tengah menjadi fokus pemerintah. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Temuan satu kasus Polio di Kabupaten Pidie, Aceh membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio. Meskipun di Kota Bekasi tidak ada lagi kasus Polio, namun Kemenkes meminta seluruh wilayah harus tetap waspada.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, menyatakan bahwa tidak ada lagi temuan kasus Polio. Hal ini dikonfirmasi oleh Sekertaris Dinkes Kota Bekasi, Nia Aminah Kurniati.


“Tidak ada kasus polio,” katanya, Senin (21/11).

Belakangan Kemenkes menyebut bahwa satu temuan kasus Polio di Aceh tak punya riwayat imunisasi, sehingga akan dilaksanakan imunisasi massal di seluruh wilayah di Aceh. Pencegahan lewat imunisasi ini disebut sebagai pencegahan paling efektif.


Nia membeberkan hasil pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak (BIAN) di Kota Bekasi beberapa waktu lalu, imunisasi Campak Rubella maupun imunisasi kejar tahun ini disebut mencapai target.

Secara detail, hasil imunisasi Campak Rubella (MR) capaiannya 98,0 persen atau 196.679 anak dari target 95 persen. Hasil vaksin Polio yakni OPV dan IPV, tercatat capaian OPV 108,1 persen atau 22.500 anak, dan IPV 99,0 persen atau 28.511 anak, target keduanya 80 persen.

Sedangkan Vaksin Pentavalent (DPT-HB-Hib), capaiannya tercatat 100,4 persen atau 35.219 anak dari target 80 persen. Pemberian imunisasi lengkap ini disebut akan menambah kekebalan anak usia 9 sampai 59 bulan, salah satunya mencegah Polio.

“Pencegahan Polio dengan vaksinasi pada anak. Kalau imunisasi rutinnya lengkap, itu upaya pencegahan yang paling efektif,” tambahnya.

Diketahui, capaian imunisasi Kota Bekasi sempat mengalami penurunan pada dua tahun pandemi, tepatnya pada tahun 2020 dan 2021, masing-masing 83,31 persen dan 80,8 persen. (sur)