Pagar Tembok SDN Harapan Jaya 5 Nyaris Roboh, Syaifudin Desak Pemkot Serius Perhatikan Keselamatan dan Kenyamanan Siswa

Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bekasi Syaifudin (kiri berdiri) meninjau kondisi pagar tembok sekolah nyaris roboh dan membahayakan siswa di SDN Harapan Jaya 5, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Rabu (18/1/2023). Foto-Istimewa for radarbekasi.id

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Kondisi pagar tembok sekolah di SDN Harapan Jaya 5 sepanjang kurang lebih 100 meter terlihat memprihatinkan. Retak-retak, miring dan nyaris roboh.

Kondisi pagar sekolah yang berada di RW 15, Perumahan Panca Motor, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara, itu jelas sangat membahayakan keselamatan para siswa di SDN Harapan Jaya 5.


Bahkan, kini pintu pagar utamanya sudah tidak lagi berfungsi. Pihak sekolah sengaja menggembok pintu pagar lantaran pernah roboh. Sampai sekarang pintu itu tidak lagi digunakan.

BACA JUGA: Kebijakan Plt Wali Kota Soal TPPPD Dilaporkan ke Ombudsman RI


Para siswa dan guru yang akan masuk ke area sekolah SDN Harapan Jaya 5, pun terpaksa harus melewati pintu samping.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS Syaifudin. Anggota Komisi 1 itu, mengunjungi sekolah SDN Harapan Jaya 5, Rabu (18/1/2023).

Anggota DPRD dari Dapil Bekasi Utara itu melihat langsung kondisi sekolah dan pagar tembok sekolah sepanjang kurang lebih 100 meter yang nyaris roboh.

BACA JUGA:Kejari Bekasi Didesak Periksa Ketua Baznas Kota Bekasi, Ini Alasannya

Tidak kalah memprihatinkan dengan tembok pagar sekolah, kondisi lapangan tempat bermain dan berolahraga siswa SDN Harapan Jaya 5 tampak sudah bergelombang dan batakonya banyak yang lepas.

”Kondisi sarana dan prasarana di SDN Harapan Jaya 5 seperti sekarang ini, jelas membahayakan keselamatan siswa. Tentu saja belajar dan aktivitas bermain serta berolahraga siswa di sini menjadi tidak aman dan nyaman,” ungkap Syaifudin didampingi Kepsek SDN Harapan Jaya 5, perwakilan kelurahan dan kecamatan serta RW setempat.

Dia mengaku khawatir, sewaktu-waktu pagar sekolah yang sudah miring, retak-retak dan nyaris roboh itu, roboh betulan dan jatuh korban saat para siswa bermain di sekitar pagar tembok tersebut.

BACA JUGA: Pembunuh Anggota Ormas PP Ditangkap di Rest Area

Secara umum, sambung Syaifudin, kondisi bangunan di SDN Harapan Jaya 5 ini sudah berusia puluhan tahun. ”Sejak berdiri 30 tahun lalu, belum pernah ada renovasi dan bantuan dari pemerintah,” ungkap Syaifudin lagi.

Menurutnya, sektor pendidikan berdasarkan amanat UU Sisdiknas mendapat porsi besar dalam anggaran APBD/APBN. ”Amanat UU Sisdiknas, anggaran sektor pendidikan itu kan harus 20 persen dari APBD,” imbuh Syaifudin.

Terkait masalah untuk SDN Harapan Jaya 5, kata Syaifudin, pihaknya mendorong instansi terkait untuk dapat memberi porsi anggaran yang layak bagi renovasi di SDN Harapan Jaya 5.

BACA JUGA: Trending Topic Cak Nun Minta Maaf ke Jokowi dan Luhut, Katanya Kesambet

”Saya mendesak Dinas Pendidikan dan Disperkimtan untuk mengajukan anggaran renovasi yang layak, khususnya di SDN Harapan Jaya 5 karena kondisinya sudah berbahaya dan memprihatinkan. Jangan sampai terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, seperti pagar roboh sehingga jatuh korban,” desak Syaifudin. (rbs)