Pendidikan

Peluang Pekerjaan Lebih Dibutuhkan

Program
ILUSTRASI: Siswa salah satu SMK di Kota Bekasi melaksanakan kegiatan praktik berdagang di sekolahnya. Program Kartu Pra Kerja untuk meningkatkan keterampilan lulusan SMA/SMK mendapatkan beragam komentar dari pihak sekolah di Kota Bekasi. Dewi Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Program Kartu Pra Kerja untuk meningkatkan keterampilan lulusan SMA/SMK mendapatkan beragam komentar dari pihak sekolah di Kota Bekasi.

Kepala SMK Bina Karya Mandiri 2 Kota Bekasi Ayung Sardi Dauly mengatakan, program Kartu Pra Kerja kurang tepat diberikan oleh lulusan SMA/SMK.

Lebih lanjut dikatakannya, lulusan SMA dicetak untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sedangkan lulusan SMK disiapkan bekerja.

”Jadi menurut saya yang diperlukan saat ini bukan Kartu Pra Kerja, tetapi peluang pekerjaan yang perlu diperluas agar lulusannya dapat terserap dengan baik,” kata Ayung kepada Radar Bekasi, Rabu (8/1).

Ia menegaskan, lulusan SMK tak perlu lagi mendapatkan pelatihan. Sebab, selama sekolah mereka sudah diberikan bekal yang cukup untuk terjun ke dunia industri.

”Saya rasa tidak perlu lagi pelatihan tersebut karena kita tahu dengan dibukanya SMK, maka kita harus siap untuk melatih dan membentuk mental pelajar yang siap untuk bekerja,” tegasnya.

Sementara, Kepala SMKN 3 Kota Bekasi Boan mengatakan, program Kartu Pra Kerja merupakan langkah yang tepat untuk mencetak generasi muda yang memiliki cukup ilmu dalam bersaing. Dikatakannya, program yang memberikan keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu lulusan siap kerja dan memiliki jiwa wirausaha.

”Menurut saya langkah yang tepat untuk tingkat SMK, tapi kurang tepat untuk tingkat SMA. Karena kalau SMK memang tujuan awalnya adalah mempersiapkan pelajar yang siap untuk bekerja, sedangkan SMA dicetak untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” kata Boan.

Boan mengatakan, adanya pelatihan keterampilan dalam program tersebut tentunya dapat menambah kompetensi keahlian para lulusan SMK.

”Peserta didik SMK tentunya sudah dibentuk mental serta kemampuannya di satuan pendidikan masing-masing. Tapi menurut saya tidak ada masalah jika mereka harus mengikuti lagi pelatihan tersebut melalui program Kartu Pra Kerja ini,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Back to top button